Sharing With Passion
Showing posts with label Entrepreneur. Show all posts
Showing posts with label Entrepreneur. Show all posts

June 29, 2020

Posted by Sabar Santoso in | June 29, 2020 No comments
PTC merupakan singkatan dari Paid To Click yang kalau diterjemahkan dengan bebas artinya Dibayar untuk Ngeklik. Tentunya ngeklik iklan.
Berikut penjelasan singkat tentang apa saja mengenai PTC

Untuk siapa PTC itu?

Bagi anda yang menginginkan penghasilan dari internet, jadi anda tidak cuma cari teman atau sekedar mencari hal yang perlu dalam berinternet. Anda juga dapat duit sambil berinternet.
PTC sangat bagus bagi anda yang tidak mempunya blog, atau malas mengurus blog. Karena tanpa mempunyai blogpun anda dapat mencari dolar di internet. Ini benar-benar terbukti.


Dari mana mereka membayar kita?
Tentunya mereka membayar kita (member) dengan penghasilan yang didapat dari iklan mereka. Jadi mereka berbagi penghasilan dengan kita. Karena mereka juga butuh orang untuk melihat iklan mereka.

Berapa Saya dibayar ?

Tergantung pengelola PTC nya. Kebanyakan PTC membayar membernya antara 0,01 USD - 0,02 USD. PTC yang membayar antara kisaran ini biasanya adalah PTC yang bagus dan bukan Scam. Kalau ada PTC yang berani membayar perkliknya lebih dari 1 Dollar, maka PTC tersebut bisa kita curigai bakal Scam.
Untuk IDR-Clickit anda dibayar sampai dengan 100 Rupiah perklik.


Apa itu Scam?
Scam dalam dunia internet diartikan dengan PENIPU. Jadi PTC Scam adalah PTC Penipu.
Sebelum gabung kesalah satu PTC pastikan anda survey apakah PTC tesebut scam atau asli. Untuk IDR-Clickit sangat bagus. IDR-Clickit bukan scam. Kami sudah mengujinya dan mempunya banyak bukti pembayaran.

Kok bayarnya sedikit ?
Menurut saya di IDR-Clickit bayarannya besar bro. Kita dibayar perkliknya sampai dengan 100 rupiah perklik (untuk member standar 50 rupiah perklik). Tapi itu kan untuk sekali klik. Sedang dalam seharinya kita bisa mendapatkan 10 iklan yang berarti 10 klik. Kita bisa mempercapat perolehan uang kita dengan mencari Referral (downline). Referral atau downline berguba agar penghasilan kita berlipat. Semakin banyak downline kita, semakin cepat pula uang kita.

Apa itu Referral?

Referral merupakan orang yang kita ajak untuk ikut bergabung. Atau istilah lainnya adalah Downline.
Semakin banyak referral kita, semakin cepat dollar kita.

Gimana cara mencari Referral ?

Anda tidak harus mengajak langsung teman anda untuk bergabung jika anda malu. Anda bisa mengajak melalui tulisan anda di blog seperti yang saya lakukan ini. Anda juga bisa mengajak melaui e-mail.Syukur-syukur anda mengajak dan menjelaskan langsung face to face.

Malu ah, Kalau harus mengajak orang

Tunggu dulu, anda juga dapat menyewa referral agar anda cepat banyak duit. Penyedia PTC biasanya menyediakan referral yang bisa anda sewa.Tentunya dengan harga yang bervariasi. Bisa anda lihat dalam situs PTC. Intinya masuk dulu atau bergabung dulu, nanti sedikit demi sedikit anda paham. Toh untuk mendaftar anda tidak dikenakan biaya sedikitpun alias gratis.


Siapa refferal sewaan itu?
Referral sewaan adalah orang yang mendaftar PTC tanpa referral. Jadi jika anda ikut PTC tanpa menjadi referral/downline orang lain (misalnya tidak ikut saya) anda tetap saja menjadi downline orang lain, yang malah kita tidak tahu siapa yang menjadikan kita downline. Sehingga jadinya kita bekerja sendiri tanpa adanya support dari upline kita. Jadi saya menganjurkan jadilah referal orang lain agar bisa bekerja sama. Misalnya bergabung dalam referral saya. Jika anda bergabung dengan kami di IDR-Clickit, kami akan bimbing sampai ada bisa mandiri.


Ada cara lain selain Referral ?
Ada banyak cara, salah satunya adalah upgrade menjadi member premium. Tentu ada biayanya yang masing-masing PTC bervariasi. Tapi referral juga harus difikirkan. Untuk permulaan anda bergabung dengan PTC dengan gratis saja, seiring berjalannya waktu anda pasti tahu langkah selanjutnya.

Bagimana Cara Pembayaran PTC ke kita ?

Program PTC kebanyakan membayar melalui Paypal dan Alertpay. Untuk IDR-Clickit
pembayaran bisa langsung di transfer ke rekening bank kita (BCA, Mandiri, BNI)
Masih bingung tentang PTC ?
Tentu saja anda masih bingung karena anda belum mengikuti PTC. Kebanyakan teori malah makin membingungkan kita. Jadi tunggu apalagi? Silahkan praktekkan sendiri dengan bergabung dalam program PTC yang benar-benar membayar seperti IDR-Clickit ini. Anda akan bekerja sama dengan saya mengikuti mencari duit lewat IDR-Clickit. Jangan tunggu lebih lama lagi. Segera daftar. GRATIS !!!
Klik banner dibawah ini untuk mendaftar :



Terakhir dari saya, mari langsung menjalankan jangan tunggu lebih lama lagi. Berhenti omong doang. Start Action !


Salam dari saya, semoga tulisan ini membantu anda.

Terima Kasih.

July 14, 2019

Posted by sabarsan in | July 14, 2019 No comments
Istilah 'Forex' merupakan singkatan dari Foreign Exchange (Valuta Asing). Perdagangan valas / forex dalam istilah sederhana merupakan perdagangan mata uang dari dua negara yang berbeda antara satu sama lain, misalnya Dolar AS terhadap Euro. Siapa pun yang berkaitan dengan negara asing, baik itu liburan di negara tersebut, atau hanya sekedar ingin membeli sesuatu dari negara yang dituju, umumnya harus menggunakan mata uang yang berlaku dinegara tersebut. Contoh jika kita (WNI) kuliah di Amerika Serikat, maka uang untuk membayar biaya kuliah harus menggunakan Dollar Amerika (USD) sebagai mata uang resmi yang digunakan, dan kita harus menukar terlebih dahulu mata uang rupiah ke dollar amerika.

Jika pada saat di bandara terdapat spanduk yang bertuliskan 'Dijual / Ditukar Mata Uang Asing di sini', maka disanalah tempat kita menukar uang rupiah kita dengan mata uang negara yang di tuju, dalam hal ini adalah dollar amerika.

Bagi para pialang, mereka dapat menjual mata uang dollar amerika, begitu juga kebalikannya mereka dapat membeli kembali mata uang dollar amerika, yang dilakukan di pasar valuta asing (forex) yaitu sebuah pasar untuk jual beli mata uang terbesar di dunia.

Setiap hari perputaran transaksi jual beli mata uang di bursa forex mencapai hingga 4 triliun dollar amerika. Sebuah nilai yang fantastis untuk sebuah transaksi jual beli.

Terdapat banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh ketika terjun di dunia forex. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa begitu banyak orang yang memilih bisnis forex sebagai sesuatu yang menjanjikan untuk masa depan :


Tidak Ada Komisi (No Commission)

Dalam perdagangan forex, kita tidak akan terkena biaya kliring, tidak ada biaya tukar mata uang, tidak ada pajak pemerintah, tidak ada biaya broker, dan lain sebagainya. Sebagian besar broker forex akan mendapatkan kompensasi untuk layanan yang diberikan kepada pialang berupa spread forex, yaitu selisih antara harga jual dan nilai beli. Spread merupakan penghasilan yang didapatkan oleh broker dimana pada saat kita sell, spread akan dikenakan antara 2 point sampai puluhan point tergantung dari pair yang digunakan.


Tidak Ada Ukuran Lot Tetap

Dalam pasar berjangka, ukuran lot atau kontrak ditentukan oleh bursa. Satuan lot merupakan jumlah unit mata uang yang akan kita beli atau kita jual. Ukuran standar untuk 1 lot adalah 100.000 unit mata uang. Untuk saat ini sudah terdapat beberapa varian ukuran lot seperti mini, mikro, dan nano yang memiliki nilai pembanding 10.000, 1.000, dan 100 unit. 

Berbeda dengan pasar berjangka, di forex kita bebas menentukan jumlah lot kita sendiri. Sehingga dengan ini maka dapat memungkinkan untuk melakukan trading dengan akun sekecil mungkin misalkan $ 25 (meskipun sebenarnya akun sebesar $ 25 merupakan ide yang kurang bagus).


Biaya Transaksi Rendah

Biaya transaksi (spread) biasanya kurang dari 0,1% ketika pasar dalam kondisi normal. Untuk transaksi yang lebih besar, spread bisa serendah 0,07%. Tentu saja, ini tergantung pada leverage yang sebelumnya sudah kita tentukan sendiri. 

Spread merupakan perbedaan harga terkecil antara harga penawaran dan harga permintaan. Semakin kecil jarak antara penawaran dan permintaan, maka kita dapat membeli harga mata uang dengan nilai lebih rendah, dan menjual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Manfaat utama dari spread rendah adalah dapat memungkinkan para trader untuk mengurangi biaya transaksi forex dengan porsi yang cukup signifikan.


Transaksi 24 jam

Dalam Trading Forex, tidak ada waktu untuk memulai perdagangan atau waktu tutup transaksi, kecuali pada hari sabtu dan minggu. Dari mulai pembukaan senin pagi di Australia hingga penutupan jumat sore di New York, pasar forex tidak pernah tidur. Ini sangat luar biasa bagi mereka yang ingin berbisnis paruh waktu karena dengan kondisi waktu seperti ini maka kita dapat memilih waktu kapan akan melakukan transaksi, pagi, siang, malam, saat sarapan, atau ketika hendak tidur.


Tidak Ada Yang Bisa Menghentikan Pasar Valas

Pasar valuta asing begitu besar dan memiliki begitu banyak pihak yang terlibat sehingga tidak ada satu pun entitas (bahkan bank sentral dunia) yang dapat mengendalikan harga pasar untuk periode waktu yang lama.


Keuntungan Yang Berlipat

Dalam perdagangan valas (forex), setoran yang kecil dapat mengendalikan jumlah nilai kontrak yang jauh lebih besar. Leverage dapat memungkinkan trader untuk mendapatkan keuntungan yang bagus, dan pada saat yang sama dapat menjaga modal dengan risiko seminimal mungkin.

Sebagai contoh, broker forex dapat menawarkan leverage 50 banding 1, yang berarti bahwa deposit margin $ 50 dolar akan memungkinkan trader untuk membeli atau menjual mata uang tersebut senilai $ 2.500. Demikian pula, hanya dengan $ 500, maka trader dapat melakukan transaksi forex hingga $ 25.000 dolar dan seterusnya. Namun tetap saja kembali kepada individu yang menjalankannya, tanpa adanya manajemen risiko yang tepat, tingkat leverage yang tinggi dapat menyebabkan kerugian yang besar atau kebalikannya berupa keuntungan yang besar.


Likuiditas Tinggi

Dikarenakan pasar forex begitu besar, sehingga berpengaruh pada faktor likuiditas. Dalam pasar forex, likuiditas erat kaitannya dengan kemampuan pasangan mata uang untuk dibeli dan dijual tanpa menyebabkan perubahan yang signifikan dalam nilai tukarnya. Pasangan mata uang dikatakan memiliki tingkat likuiditas yang tinggi ketika mudah dibeli atau dijual dan ada sejumlah besar aktivitas trading yang dilakukan pada pasangan mata uang tersebut.

Maka jelas ini menjadi satu keuntungan bagi trader karena pada saat pasar dalam kondisi normal, maka hanya dengan meng-klik mouse dari rumah, kita dapat membeli atau menjual nilai mata uang yang kita pilih. Platform yang di gunakan untuk trading secara online akan bekerja secara secara otomatis kapan akan menutup posisi nilai mata uang setelah mendapatkan keuntungan hasil jual / beli mata uang yang sudah kita tentukan.


Minim Hambatan Untuk Masuk ke Pasar Valas (Forex)

Mungkin sebagian dari kita akan berfikir bahwa untuk memulai bisnis forex diperlukan uang yang cukup banyak sebagai modal. Namun faktanya adalah tidak seperti itu, jika dibandingkan dengan pasar saham ataupun futures, ini sangat berbeda. Broker forex akan menawarkan akun forex dalam beberapa jenis salah stunya adalah "mini" dan "mikro", bahkan beberapa broker menyediakan layanan trading forex dengan modal awal minimum sebesar $ 25. Disini bukan berarti kita harus menyediakan modal minimum, namun ini artinya bahwa trading forex dapat diakses oleh setiap individu yang rata-rata memiliki modal awal tidak terlalu besar.


Akun Gratis Untuk Belajar dan Berlatih!

Sebagian besar pialang forex online akan menawarkan akun "demo" untuk berlatih dalam trading dan mengasah keterampilan dalam menganalisis perubahan nilai mata uang, dilengkapi dengan berita forex dan layanan grafik secara real-time. Semua yang ditawarkan dalam akun demo adalah gratis untuk kita gunakan. Akun demo merupakan sumber daya yang sangat berharga bagi mereka yang "minim finansial" dan ingin mengasah keterampilan dalam trading forex mereka dengan "uang virtual" sebelum membuka akun dengan modal uang yang sebenarnya.

July 01, 2019

Posted by Sabar Santoso in | July 01, 2019 No comments
Untuk membuka suatu usaha terdapat hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut :

1. BIDANG USAHA

Tentukan lebih dulu, bidang usaha macam apa yang ingin Anda jalankan. Apakah Anda ingin menjalankan usaha rumah makan kecil? Apakah Anda ingin membuka usaha jahitan? Atau Anda tertarik untuk membuka toko kelontong kecil? Bisa juga Anda membuka usaha jasa pembuatan kue-kue atau minuman (siapa tahu Anda bisa seperti Ibu Nila Chandra atau Pak Sukyanto). Bagaimana dengan usaha pernik-pernik/suvenir? Anda bisa membuka toko kecil yang menjual pernik-pernik lucu seperti gelas-gelas lucu atau semacamnya. Pada prinsipnya, semua bidang usaha tersebut bisa dibagi menjadi:

Bidang Usaha yang masih jarang atau belum ada yang memulai.


Beberapa dari Anda mungkin ragu bila ingin memulai bidang usaha yang belum ada atau masih jarang dilakukan. Tapi itu bukan berarti Anda tidak akan sukses. Tengok Aqua. Ketika pertama kali diperkenalkan, banyak orang ragu apakah Aqua bisa berhasil di pasaran, padahal belum pernah sebelumnya ada pengusaha yang menjual air minum dalam botol. Bahkan pada awalnya banyak yang mencibir: apa ada orang yang mau membeli air dengan harga lebih mahal dari bensin? Apalagi kita bisa memasak air minum sendiri di rumah.

Nyatanya Aqua sukses besar. Salah buktinya sekarang ini terus saja bermunculan merek air minum dalam kemasan yang lainnya. Suatu kali saya pernah datang ke sebuah restoran dan memesan air minum di restoran. Saya tanya pada pelayannya, "Ada Aqua, enggak?" Pelayan restoran langsung menjawab: "Aqua yang merek apa, Pak?" Kesimpulan-nya, memulai jenis usaha yang masih langka atau baru sama sekali bukanlah hal yang tabu. Sudah banyak contoh yang berhasil.

Bidang usaha yang sudah banyak dilakukan

Bisa juga Anda memulai Bidang Usaha yang sudah banyak dilakukan. Kalau tadi banyak orang ragu untuk memulai bidang usaha yang baru, tapi di lain pihak banyak juga orang yang ragu untuk memulai bidang usaha yang sudah banyak dijalankan. Sebagai contoh, banyak ibu rumah tangga yang ragu untuk membuka usaha jahitan, karena di sekitarnya sudah banyak yang melakukannya.
Sebenarnya, biarpun usaha jahitan Anda baru berdiri, tapi kalau mempunyai kelebihan atau ciri khas dibanding pesaing Anda, selalu ada peluang untuk berhasil. Belum lagi faktor pelayanan yang baik, maka usaha Anda ­ walaupun sudah banyak saingan yang lebih dulu berdiri ­ tetap bisa berhasil.


2. LOKASI


Di mana Anda ingin membuka lokasi usaha Anda? Di rumah sendiri? Atau Anda ingin menyewa sebuah tempat kecil di pinggir jalan? Atau Anda ingin menyewa sebuah ruko?

Jangan lupa bahwa dalam beberapa jenis bidang usaha, lokasi memegang peranan yang cukup penting. Sebagai contoh, Anda mungkin memutuskan untuk membuka usaha penjualan lumpia. Nah, Anda bisa menyewa sebuah stan kecil di pertokoan dan menjual lumpia Anda di situ. Di sini, Anda sendirilah yang harus menentukan lokasi mana yang tepat dalam usaha Anda.

Atau Anda ingin membuka sebuah warung yang menjual segala kebutuhan sehari-hari seperti deterjen, sabun, beras, rokok, dan lain-lain. Anda bisa membuka warung seperti ini di rumah Anda. Sudah banyak contoh warung yang didirikan di rumah-rumah dan cukup laris.



3. PELANGGAN


Bagaimana Anda mendapatkan pembeli barang dagangan Anda? Atau bila itu usaha jasa, bagaimana cara Anda akan mendapatkan klien? Apakah Anda akan memulainya dengan mempromosikannya dari mulut ke mulut? Ataukah Anda akan membuat brosur dan menyebarkannya dari rumah ke rumah?


Beberapa orang yang saya kenal mempromosikan usahanya dengan memasang plang di depan tempat usahanya. Ada juga yang mempromosikan usahanya dengan memasang iklan kecil di koran. Atau, kenapa Anda tidak mencoba memasang iklan Anda di iklan mungil NOVA?


Yang terpenting di sini adalah Anda sudah harus tahu terlebih dahulu tentang bagaimana cara Anda dalam mendapatkan pembeli atau klien dari usaha Anda. Bila tak ada pembeli, tak akan ada penjualan. Bila tak ada penjualan, maka usaha Anda tidak cukup berhasil. Sederhana sekali.


4. TENAGA KERJA

Berapa orang yang akan Anda pekerjakan? Apakah hanya Anda sendiri yang bekerja di situ? Apakah Anda juga mempekerjakan sejumlah orang dalam usaha Anda? Mungkin ada baiknya kalau Anda mulai dengan jumlah tenaga kerja yang sedikit lebih dahulu. Nanti bila usaha Anda makin berkembang, Anda mungkin akan membutuhkan sejumlah tambahan orang yang bisa Anda pekerjakan.


Ada bagusnya bila Anda juga mempekerjakan anggota keluarga Anda. Seperti anak Anda (bila mereka sudah cukup umur tentunya), atau mungkin suami Anda. Dengan mempekerjakan mereka, maka secara tidak langsung mereka juga akan mempunyai rasa ikut memiliki dalam usaha tersebut. Dengan adanya rasa memiliki dari para anggota keluarga, maka dukungan yang diberikan kepada Anda untuk menjalankan usaha tersebut bisa makin besar.


5. PERENCANAAN KEUANGAN


Banyak usaha yang bangkrut karena kehabisan uang tunai. Karena itu penting sekali bagi Anda untuk memperhitungkan jumlah modal awal yang sebaiknya Anda miliki untuk bisa menjalankan usaha Anda. Alangkah baiknya apabila modal tersebut bisa mencukupi untuk membayar pengeluaran perusahaan selama duabelas bulan ke depan. Selain modal awal, apa yang harus Anda lakukan adalah dengan membuat Perkiraan arus kas selama 12 bulan ke depan. Perkiraan arus kas adalah perhitungan yang menggambarkan berapa perkiraan arus keluar masuk uang tunai dalam usaha Anda. Sama seperti modal, maka alangkah baiknya kalau Anda memiliki perkiraan arus kas selama 12 bulan ke depan. Dengan demikian, dalam setahun ke depan, usaha Anda diharapkan tidak akan bangkrut hanya gara-gara kehabisan uang tunai.

Di samping hal-hal di atas, ada hal-hal lain yang perlu Anda perhatikan sehubungan dengan gaya berdagang Anda. Memang ada pepatah yang mengatakan bahwa orang baik bahagia hidupnya. Tapi dalam bidang usaha, terlalu baik hati bisa menciptakan sejumlah hambatan. Dan memang banyak pemilik usaha kecil yang terlalu "baik" dalam menjalankan usahanya, seperti:
  • Mereka terlalu mengalah terhadap partner atau langganannya
  • Mereka menetapkan harga yang pas-pasan saja atas produk dan jasa yang dijualnya
  • Mereka terlalu baik hati dan kurang tegas terhadap bawahannya
  • Mereka merasa ada sesuatu yang salah, kotor atau tak bermoral kalau mereka mendapatkan uang, keuntungan atau kesempatan 
Karena itu, hindari hal-hal seperti itu. Pengusaha yang baik tidak berlaku baik, tetapi berlaku adil. Adil terhadap partner atau pelanggannya, adil terhadap harga barang dan jasa yang dijualnya, adil terhadap bawahannya, dan tentu saja adil terhadap dirinya sendiri.

June 29, 2019

Posted by sabarsan in | June 29, 2019 No comments
Untuk mendapatkan penghasilan tambahan paling mudah adalah berdagang kecil-kecilan dengan modal sedikit ataupun berhutang dari bank atau kerabat. Paling sederhana dan tidak menghabiskan waktu adalah berwirausaha atau berdagang dengan menitipkan barang dagangan kita di toko orang atau tempat umum lainnya.
Untuk memulai usaha dagang, berikut tips berdagang / berwirausaha untuk pemula:
1. Tentukan konsumen yang akan kita jangkau. Hal ini sangat penting, karena kalau tidak punya sasaran yang sempit kita akan bingung menentukan barang yang akan dijual.
2. Tentukan jenis barang apa yang kira-kira laku di komunitas tertentu, sehingga usaha yang kita lakukan tidaklah sia-sia.
3. Hitung modal yang diperlukan, kalau uang tabungan kita masih kurang untuk berdagang, kita dapat meminjam uang dari keluarga, teman atau kerabat lainnya. Kenapa tidak dengan Bank? Karena jangka waktu untuk pembayaran dari keluarga, teman atau kerabat lainnya masih bisa dikompromikan, hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga apabila usaha dagang kita tidak lancar.
4. Tentukan tempat berdagang dilakukan. Masalah tempat “menggelar” barang dagangan jangan pikirkan secara sempit di jaman sekarang. Sekarang ini, kita dapat menggelar barang dagangan kita di dunia maya juga, jadi jangan lupakan hal ini. Bila dibuat daftarnya kira-kira tempat berdagang yang dapat dipilih adalah: 

  • Berjualan di rumah sendiri. Tanpa modal sewa dan gunakan peralatan-peralatan yang ada. Untuk tenaga kerja bisa minta tolong suami/istri atau sanak keluarga yang tinggal di rumah dan tidak bekerja untuk melayani pembeli. Contoh usaha yang cocok dengan tempat ini adalah rumah makan, warung, kedai jus, toko aksesoris wanita, toko baju, jualan voucher, dsb.
  • Menitip di toko/warung tetangga atau orang lain, biasanya disebut dengan konsinyasi. Jadi kita tidak perlu menyewa toko, meluangkan waktu melayani pembeli, dan menyediakan peralatan sendiri. Dalam hal ini kita hanya memberikan komisi atau pemilik toko/warung menjual dengan harga yang lebih tinggi dari kita kasih, sehingga pemilik toko/warung dapat untung dari selisih harganya. Contoh dagangan yang cocok dengan tempat ini adalah makanan kecil / snack, baju, minuman, aksesoris wanita, voucher, dsb.
  • Membawa barang dagangan ke tempat kita bekerja. Hal ini dapat dilakukan apabila tidak ada aturan resmi yang membatasi karyawan untuk melakukan jual beli di luar konteks dari kantor. Cara ini biasanya dilakukan dengan cara promosi dari mulut ke mulut. Pembeli akan langsung datang ke kita apabila tertarik. Contoh barang dagangan yang cocok di tempat ini adalah makanan, baju, aksesoris wanita, parfum, voucher, dsb.
  • Menggunakan media internet. Cara ini paling mudah untuk menjangkau orang di luar lingkungan kita, karena internet itu bersifat umum dan semua orang darimana pun bisa menggunakannya. Bagi orang awam yang tidak bisa mendesign web sederhana, dapat melakukannya dengan menawarkan barang dagangan di website-website komunitas. Contohnya friendster, multiply, facebook, yahoo groups, dsb. Caranya mudah, yaitu masukkan foto-foto produk kita, dan jangan lupa buat kalimat penawaran di profil kita di website komunitas tersebut. Bagi seorang yang professional dalam membuat web sederhana, maka dapat membuat web yang berisi penawaran kita kepada konsumen beserta foto contoh produknya. Kemudian web kita dapat diluncurkan di host server  (penyedia tempat web) yang gratis, seperti Google, dan penyedia Blog gratis. Dengan media internet tentunya jangan lupa cantumkan Contact Person, Alamat dan Telepon yang bisa dihubungi, dan juga Area/Daerah/Kota yang kita dapat layani.
Dengan langkah-langkah ini, tentunya kita dapat memanfaatkan sumber daya (modal, tenaga, pikiran, media) semaksimal mungkin, sehingga pengeluaran-pengeluaran yang besar untuk sewa tempat, rekrut karyawan dapat dikurangi. Bagi pemula yang bekerja di perusahaan mungkin kalau berhenti bekerja dan langsung berdagang tentunya tidak bisa langsung berhasil. Oleh karena itu dengan bekerja di tempat bekerja sekarang dan berdagang kecil-kecilan bisa menghasilkan pendapatan yang lebih besar dari biasanya.
Dengan tips berdagang ini diharapkan para pembaca bisa tetap bekerja di pekerjaannya masing-masing sambil berjualan kecil-kecilan, karena waktu untuk berjualan diserahkan kepada orang lain, dan kita hanya menerima hasilnya saja. Selamat mencoba!

June 24, 2019

Posted by Sabar Santoso in | June 24, 2019 No comments














Membuka usaha toko kelontong dengan memanfaatkan ruangan yang tidak terpakai di rumah memang sangat menyenangkan. Untuk seorang ibu rumah tangga selain bisa tetap menjaga rumah, juga bisa tetap menjaga anak apalagi jika bisa menghasilkan keuntungan yang berlipat pula.

Toko kelontong biasanya mempunyai pasar yang selalu ada, yakni tetangga sekitar pemukiman tersebut sebagai konsumennya. Walaupun margin per item tipis tapi total keuntungan yang didapatkan cukuplah menggiurkan.

Selain itu, jumlah produk yang dijual semakin beragam dan banyak. Semakin beargam produk yang dijual, keuntungan akan semakin besar pula. Tidak hanya barang kebutuhan pokok saja tetapi barang-barang kebutuhan sekunder pun juga semakin banyak jenisnya.

UD. Cendrawasih adalah salah satu toko kelontong yang sudah berjalan. Usaha tersebut telah berdiri sejak 15 tahun yang lalu. Pemiliknya bernama ibu Kwasua.

Sebagai pemilik, ibu Kwasua memang menyukai usaha kelontongan ini. Usaha ini dijalaninya karena dianggap mudah dibandingkan usaha warung makan yang baginya terlalu ribet dan butuh keahlian. 

Barang-barang yang ada di tokonya dibeli di pasar Demangan dan beberapa sales yang datang ke tokonya. Beraneka macam barang yang disediakannya kebutuhan sembako seperti gula, teh, kopi, mie instan, dan juga beras. Juga keperluan lainnya seperti sabun mandi maupun sabun cuci, aneka minuman instan, telur dan masih banyak lagi. Sebagai pelengkap dan menambah pemasukan maka usahanya ditambah dengan berjualan pulsa handphone. Hal ini dilakukannya karena kesadaran akan kebutuhan pulsa hp terlebih untuk para mahasiswa yang kost di tempat sekitarnya.



Hal yang Dipersiapkan dalam Membuka Toko Kelontong


Untuk membuka usaha toko kelontongan ini yang harus disiapkan adalah etalase dan rak yang digunakan untuk memajang barang-barang dagangannya. Besarnya etalase disesuaikan dengan jumlah dan jenis barang yang dijual, dan berapa modal yang ada untuk memulai usaha ini.


Untuk rak, jika modal terbatas maka pemilik cukup membeli bagian-bagiannya saja seperti kayu dan besi kemudian dirakit sendiri karena ini jelas lebih menghemat.
Persiapan tempat yang strategis untuk berjualan seperti di depan rumah atau garasi, atau dengan menyewa ruko sangat perlu diperhatikan. Dan jangan lupa menyiapkan timbangan untuk menakar barang-barang dan kalkulator untuk menghitung.

Sebagai pemula, jika belum mengenal agen atau distributor dari produk-produk yang akan dijual pemilik bisa langsung mendatangi mereka. Usahakan selalu membeli barang langsung dari distributor atau agen karena harganya jauh lebih murah.


Susunlah daftar barang yang akan dijual, disesuaikan dengan modal yang ada. Sambil menyusun, buatlah skala prioritas terhadap barang-barang tersebut. Untuk barang yang diprediksi akan cepat laku maka stok diperbanyak dan selalu dipersiapkan agar tidak pernah kehabisan.

Simulasi Keuntungan :

Pendapatan
Asumsi pendapatan harian Rp 600.000,00
Omset 1 bulan : Rp 600.000,00 x 30 = Rp 18.000.000,00

Pengeluaran
Belanja stok produk = Rp 500.000,00 x 30 = Rp 15.000.000,00
Transportasi = Rp 5.000,00 x 30 = Rp 150.000,00
Listik dll = Rp 50.000,00
Total pengeluaran = Rp 15.200.000,00

Keuntungan bersih
Rp 18.000.000,00 – Rp 15.200.000,00 = Rp 2.800.000,00

ref : -bisnisukm.com
Posted by Sabar Santoso in , | June 24, 2019 No comments

Sudah pada tahu kan PTC itu apa? Ya PTC atau Paid To Click, yaitu program yang diadakan oleh sebuah website, jika kita melakukan klik pada iklan yang mereka sediakan, maka kita akan dibayar.

Jadi pada intinya bisnis online seperti ini merupakan jembatan antara pengiklan dan konsumen. Pengiklan akan membayar untuk menampilkan sebuah link (iklan) di situs PTC, sedangkan konsumen akan dibayar untuk menge-klik suatu link (iklan).

Pada postingan terdahulu sudah saya jelaskan mengenai PTC lokal atau PTC nya dari Indoesia, yaitu IDRClickIt. Nah yang ini sama juga PTC cuma dari luar negeri dan bayarannya pun dollar, nama nya adalah Incrasebux.

Incrasebux merupakan PTC yang sudah terpercaya dan bukan scam / website penipu, dan sampai saat ini sudah memiliki jutaan member diseluruh dunia.

Bagi yang suka chatting ataupun facebookan, bisnis online ini sangat cocok untuk dikerjakan. Cara kerjanya pun sangat mudah. Terlebih dahulu kita harus memiliki account di website tersebut, dengan cara daftar di bagian register, dan ini gratis / tidak bayar, sifat keanggotaannya adalah untuk selamanya.

Kemudian setelah kita punya account maka akan disediakan beberapa iklan (antara 4 sampai 7 iklan). Tugas kita adalah meng klik iklan itu satu persatu, maka detik itu juga kita akan di bayar melalui pay pal (alat transaksi keuangan internet), kalau belum punya account paypal langsung aja daftar di sini. informasi mengenai paypal bisa klik disini.
Analisa perhitungan uang yang bisa diperoleh dari Incrasebux adalah sebagai berikut :

  • 1 kali klik iklan adalah $0.01
  • Rata-rata 1 hari iklan adalah 4 sampai 7 iklan, kita ambil tengahnya saja yaitu 5 iklan, jadi : 5 iklan x $0.01 = $0.05
  • Kemudian kita memiliki referral minimal 100 orang : 100 orang x $0.05 = $5
  • Sampai sini, jadi kita memiliki penghasilan $5 per hari, berarti dalam sebulan uang yang bisa kita peroleh adalah sebesar : 30 hari x $5 = $150
Lumayan  kan.. Nah itu baru 100 referral, kalo kita rajin promosi link Incrasebux ini, maka referral yang bisa kita dapatkan di atas 100, bisa 200, 300 atau 1000 referral, tergantung kerajinan kita mempromosikannya, karena jangkauan kita adalah internasiaonal.

January 18, 2019

Posted by Sabar Santoso in | January 18, 2019 No comments

Untuk mendapatkan penghasilan tambahan ada empat cara yang bisa Anda lakukan. Yakni bekerja pada orang lain, bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian, membuka usaha sampingan, atau melakukan investasi. Dari keempat hal tersebut, membuka usaha sampingan biasanya merupakan cara yang cukup baik untuk mendapatkan peng-hasilan tambahan. Dengan membuka usaha sampingan, pertama-tama Anda mungkin harus terlibat penuh didalamnya. Tapi lama kelamaan, bila usaha itu besar, Anda bisa menyerahkan pengelolaannya pada orang lain, sehingga Anda bisa punya lebih banyak waktu. Sementara pemasukan terus berjalan. Bandingkan dengan apabila Anda bekerja pada orang lain atau bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian. Bekerja pada orang lain jelas Anda harus mengikuti jam kerja yang disyaratkan. Sedangkan bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian, biasanya Anda bisa menentukan waktu kerja Anda sendiri, tapi tetap saja Anda akan sibuk


Penghasilan Bisa Besar

Jangan salah kira, usaha sampingan, apabila Anda jalankan dengan sungguh-sungguh bisa memberikan hasil yang sama ú bahkan lebih besar ú dibanding bila Anda bekerja dan mendapatkan gaji. Saya pernah memperhatikan tukang sate yang berjualan di dekat rumah saya. Setiap hari, dari jam 17.00 - 24.00 (7 jam kerja), ia bisa menjual sekitar 250 tusuk sate ayam. Kalau satu tusuk dihargai Rp 400, maka ini berarti ia mendapatkan Rp 100 ribu sehari. Dalam sebulan, ia bisa bekerja sekitar 25 hari. Ini berarti pemasukannya sebulan mencapai Rp 2,5 juta. Saya pernah tanya berapa sih keuntungannya dari Rp 2,5 juta itu? Dia bilang sekitar 60 persen. Ini berarti keuntungannya adalah Rp 1,5 juta setiap bulan. Itu belum termasuk keuntungan dari penjualan lontongnya. Tentu saja Anda tidak harus jadi penjual sate bila Anda memang tidak mau. Anda bisa membuka usaha lain yang mungkin lebih Anda kuasai seluk-beluknya. Prinsipnya di sini adalah apa pun usahanya, kalau Anda jalankan dengan serius, hasilnya bisa besar.

Pada awalnya yang namanya usaha mungkin tidak akan selalu berjalan lancar. Penghasilannya mungkin belum seberapa. Tapi itu karena usaha Anda mungkin belum dikenal orang banyak. Namanya juga masih baru. Lama kelamaan, seiring dengan makin dikenalnya usaha Anda, usaha Anda pasti akan mulai berkembang, sehingga hasil yang Anda dapatkan makin besar pula.

Tukang sate tadi misalnya. Saya yakin, pertama kali ia membawa dagangannya, orang mungkin masih ragu-ragu untuk mencoba satenya, karena orang baru pertama kali melihat tukang sate ini. Tapi lama kelamaan, orang mulai memesan satenya, dan akhirnya orang ini identik dengan sate. Setiap kali ia lewat di depan rumah saya, saya langsung teringat akan satenya. Itu bukti bahwa usaha apa pun membutuhkan pengenalan. Orang harus kenal lebih dulu dengan usaha Anda, apa pun usaha itu. Entah toko, entah restoran kecil, entah usaha jahitan. Mungkin pengenalannya makan waktu satu tahun, dua tahun, atau mungkin hanya beberapa bulan, tergantung bagaimana promosi Anda. Setelah kenal, barulah selebihnya tergantung pada kualitas produk Anda. Bila sekali saja konsumen tak suka, seterusnya mereka kapok membeli produk Anda. Apa pun jenisnya. Karena itu, Anda juga harus menjaga kualitas produk agar sesuai keinginan konsumen.


Tidak Harus Meninggalkan Pekerjaan Rumah

Siapa bilang bahwa Anda harus meninggalkan pekerjaan tetap Anda sekarang bila Anda menjalankan usaha Anda? Anda tidak harus meninggalkan pekerjaan tetap Anda. Anda bisa menjalankan usaha Anda sambil Anda tetap bekerja di pekerjaan Anda sekarang. Hitung-hitung, Anda nantinya akan punya pendapatan yang dobel kan? Pertama-tama, mungkin pendapatan usaha Anda masih jauh lebih kecil dibanding gaji dari pekerjaan Anda. Tetapi lama-lama, seiring dengan makin dikenalnya usaha Anda, usaha Anda akan makin maju, dan pendapatan usaha Anda siapa tahu akan meningkat dan bisa menyamai gaji Anda? Kemudian, siapa tahu juga pendapatan usaha Anda bisa meningkat lagi dan melebihi gaji Anda? Saya banyak melihat contoh orang yang merintis usaha sambil tetap mempertahankan pekerjaannya. Lamalama ketika usahanya makin sukses, pendapatan dari usahanya meningkat, dan jumlahnya jauh melebihi gajinya. Sehingga ia memiliki pilihan apakah ia akan mempertahankan kedua pendapatannya, atau meninggalkan pekerjaannya dan terjun total 100 persen ke dalam usahanya dengan harapan agar penghasilan dari usahanya bisa makin besar. Bagi Anda yang menjadi ibu rumah tangga dan hanya suami yang bekerja, mungkin bisa lebih enak lagi. Anda merintis usaha Anda, sementara suami Anda tetap mendapatkan gaji dari pekerjaannya. Masing- masing dari Anda sekarang menghasilkan pendapatan bagi keluarga. Bukan begitu?


Siap Meluangkan Waktu

Kalau Anda menjalankan usaha Anda sambil masih tetap bekerja, maka Anda harus siap meluangkan waktu. Bagi Anda yang menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga, Anda harus siap menyisihkan sekitar mungkin 4 jam setiap hari untuk mengurus usaha baru Anda. Bagi Anda yang juga bekerja di kantor, mungkin Anda harus siap menjalankan usaha Anda pada malam hari. Terserah Anda. Yang jelas, Anda harus memiliki komitmen untuk mau menjalankan usaha Anda, dan jangan kaget kalau nanti Anda akan lebih capek dari biasanya. Ini wajar, karena Anda menjalankan dua pekerjaan sekaligus kan? Tapi apa yang membuat Anda mau lebih capek dari biasanya? Apa yang membuat Anda mau repot-repot menjalankan usaha Anda? Ini karena Anda ingin agar usaha Anda bisa berkembang kelak dan pengelolaannya bisa Anda serahkan ke anak buah Anda sehingga Anda bisa punya lebih banyak waktu untuk keluarga Anda kelak sementara tetap men-dapatkan penghasilan. Jadi, Anda investasi waktu (mau lebih sibuk) sekarang, dengan harapan agar Anda mendapatkan waktu yang lebih banyak kelak. Jadi, sesibuk apa pun sekarang, kenapa Anda tidak luangkan waktu untuk merintis sebuah usaha?


Perlu Dukungan Keluarga

Minta dukungan dari keluarga Anda. Kalau perlu, ajak suami Anda untuk ikut membantu Anda. Libatkan suami Anda dari awal. Dengan demikian, suami Anda bisa ikut berperan dalam usaha Anda. Dukungan suami itu penting lo. Banyak usaha rumahan yang gagal karena tidak adanya dukungan suami. Bukan berarti Anda tidak akan berhasil dalam usaha Anda bila tidak didukung suami, tapi memang akan sangat membantu kalau suami Anda ikut mendukung usaha Anda kan? Kalau perlu, jangan katakana pada suami bahwa ini adalah usaha Anda. Katakan padanya bahwa ini adalah usaha keluarga, bukan usaha Anda. Kelak kalau usaha ini besar, suami Anda bisa ikut terlibat di dalamnya. Bukankah akan mengasyikkan bila suami-istri bekerja bersama membangun usaha keluarga?


Tidak Harus Sekolah Tinggi

Apakah Anda adalah salah satu dari mereka yang tidak mengenyam sekolah tinggi? Apakah Anda Cuma lulusan SMP? Apakah Anda cuma lulusan SMEA? Atau apakah Anda sama sekali tidak pernah sekolah dan hanya punya pengalaman? Baca ini: Anda tidak harus mengenyam sekolah tinggi lebih dulu untuk bisa membuka usaha dan berhasil dalam usaha Anda. Kita sudah sering mendengar dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa ada banyak orang berhasil dalam membangun usahanya dari nol, meski tidak memiliki pendidikan tinggi. Apa resepnya sehingga mereka bisa berhasil? Ketekunan dan motivasi untuk bisa berhasil. Yang lebih penting, ia ú walaupun tidak sekolah tinggi úmau belajar. Belajar tidak harus ditempuh dengan sekolah. Anda bisa belajar dari pengalaman Anda, dari buku, dan dari pengalaman orang lain (baik keberhasilan maupun kegagalannya). Satu lagi, mereka mau memulai usahanya dari kecil lebih dulu, sebelum lamalama usaha itu menjadi besar. Percayalah, Anda punya kesempatan yang sama dengan saya, dan dengan orang yang lain untuk bisa berhasil, walaupun Anda tidak memiliki pendidikan tinggi sekalipun. Jadi tunggu apa lagi? Tetapkan tekad untuk membuka usaha sampingan. Sekarang juga. (ref -safir sinduk)

February 12, 2010

Posted by Sabar Santoso in | February 12, 2010 No comments

Di tulis oleh Harrie

Kata orang, paling enak itu jadi pengusaha atau entrepreneur. Dengan menjadi entrepreneur, maka Anda tidak perlu banting tulang bekerja 25 jam sehari untuk mendapatkan segenggam berlian. Sebagai entrepreneur Anda cukup memerintahkan karyawan Anda untuk bekerja dan Anda tinggal duduk manis menunggu hasilnya. Berbagai seminar tentang kiat sukses menjadi pengusaha pun rajin digelar di mana-mana. Benarkah hanya Entrepreneur yang layak disebut sebagai orang sukses?
Gara-gara gencarnya promosi tentang entrepreneur, di kepala saya muncul pikiran rada nyeleneh. Duh..kalo semua orang pengennya jadi pengusaha/entrepreneur, lalu siapa yang akan jadi kacung-nya? Lha kalo engga ada yang mau jadi kacung..trus apa iya si pengusaha mau merangkap jabatan jadi kacung. Wah itu khan melanggar UU tentang rangkap jabatan. Nah kalo Anda punya pikiran yang sama dengan saya, bersiaplah untuk dikatain bahwa Anda tidak layak jadi pengusaha.
Menurut saya, untuk menjadi pengusaha itu modalnya cuman satu yaitu keberanian untuk mengambil keputusan. Meskipun Anda tidak punya modal, Anda masih bisa jadi pengusaha dengan modal pinjaman. Nah masalahnya adalah, bagaimana Anda berani mengambil keputusan jika Anda tidak punya keahlian ? Gampang...cari saja orang yang punya keahlian sesuai bidang bisnis yang akan Anda geluti, trus angkat dia sebagai pegawai Anda. Maka sekarang Anda dapat menjadi pengusaha dan memiliki peluang menjadi orang sukses.
Kalo begitu..untuk menghasilkan pengusaha sukses dibutuhkan pegawai/pekerja yang handal kan? Nah kalo Anda merasa tidak berani untuk menanggung risiko kerugian, maka jadilah Pekerja Yang Handal. Dengan menjadi pekerja yang handal, ulet dan cerdas, maka akan banyak pengusaha yang mencari Anda untuk dijadikan sebagai karyawannya. Anda tidak perlu merasa minder..hanya karena Anda berstatus sebagai karyawan alias kacung. Dibelakang setiap entrepreneur biasanya terdapat kacung-kacung yang ber-otak encer dan ulet. Nah kalo Anda sudah merasa nyaman dan bisa memperoleh sebongkah berlian dari pekerjaan Anda sebagai kacung, untuk apalagi Anda beralih profesi sebagai pengusaha.
Kesuksesan seseorang tidak diukur dari profesinya (pengusaha/pekerja), namun diukur dari profesionalisme-nya. Kalo ada bisa jadi pengusaha yang profesional, maka berbahagialah. Sebaliknya, kalo Anda hanya bisa pekerja, maka jadilah pekerja yang profesional, sehingga Anda dapat menjadi orang sukses.
Jadi untuk menjadi sukses tidak harus jadi entrepreneur, tapi bisa juga melalui jalur pekerja. Banyak jalan menuju Roma.

November 15, 2009

Posted by Sabar Santoso in | November 15, 2009 1 comment

Bapak Al Arif di blognya http://bisnis.pengusahaindonesia.com/, memberi tips-tips berikut ini tentang membangun Toko Online.
Tahun 2008, saya yakin pemanfaatan media internet di Indonesia untuk pemasaran produk akan semakin meningkat. Selain karena jumlah mereka yang ‘melek’ internet meningkat, juga karena banyaknya media dan wadah pembelajaran online marketing. Ebook-ebook tentang bisnis internet semakin banyak. Kursus-kursus pemasaran internet bermunculan. Belum lagi liputan media massa terhadap pelaku bisnis berbasis online. Saya sendiri dan tim saya pernah diliput Majalah SWA, Majalah Pengusaha, Majalah DUIT, Majalah Bisnis Kita, Tabloid Kontan, Koran Malang Post, dll.
Peluang usaha Toko Online adalah salah satu peluang usaha yang bisa Anda coba. Toko online yang saya maksud adalah website yang digunakan oleh pelaku bisnis untuk memasarkan produknya. Produk bisa berupa barang atau jasa. Tapi, di tulisan ini saya ingin lebih fokus pada produk barang.
Bagaimana agar sukses di usaha toko online?
Berapa banyak toko online di Indonesia yang pernah Anda lihat? Berapa diantara mereka yang sukses? Tidak semua sukses bukan?
Kunci Sukses Membangun Toko Online
1. Membangun Tim
Ingin seberapa besarkah toko online Anda, bangunlah tim yang sesuai. Jika bermodal kuat, rekrutlah orang-orang yang berkompeten. Jika sudah beristri, Anda bisa menjadikan istri sebagai tim Anda. Orang-orang dekat Anda (saudara) juga bisa menjadi tim Anda. Memberikan pekerjaan kepada orang dekat bisa menjadi kekuatan spiritual yang membuat Anda sukses. Jika tidak memungkinkan membangun tim, mulailah seorang diri. Anda bisa merangkak dari bawah hingga Anda mampu dan siap merekrut tim yang tangguh.
Tanpa tim, usaha kita tidak akan berkembang dan bertahan lama.
2. Membuat Website yang Menjual
Website adalah pilar utama promosi Toko Online. Anda harus punya website sendiri. Bukan web gratisan. Sebaiknya berakhiran .com atau .net, karena ini yang sudah populer di masyarakat. Toh, biaya tahunan domain hosting hanya Rp 200.000. Website Anda harus bisa ‘menjual’. Artinya website Anda tersebut harus bisa mewakili Anda untuk menjadi sales yang memikat bagi pembeli. Website Anda harus bisa meyakinkan pengunjung bahwa Anda layak diajak bertransaksi. Cantumkan alamat jelas dan no telp yang mudah dihubungi. Cantumkan foto-foto produk dan foto-foto lain yang membuat pengunjung semakin percaya dengan Anda.
Website Anda harus terindek di search engine, dan mudah ditemukan untuk keyword yang berhubungan dengan produk Anda. Gunakan script toko online yang search engine friendly. Tidak semua script toko online ramah dengan search engine. Karena itu, saya lebih suka menggunakan blog untuk jualan online daripada script yang tidak ramah dengan mesin pencari. Dan saya rasa blog cocok bagi pemula. Apalagi untuk produk-produk yang harganya mahal dan tidak bisa order online secara langsung. Bisa juga blog menjadi web pendukung bagi toko online Anda.
3. Promosi Tepat
Siapa calon konsumen Anda ? Dimanakah Anda akan menemukan mereka ? Cara cepat dan tepat menemukan konsumen adalah dari search engine (google, yahoo, dll). Disinilah pentingnya SEO (search engine optimization).
Promosi yang lain adalah di iklan baris, iklan di web yang banyak pengunjungnya, PPC ataupun komunitas online. Tentu saja harus kembali lagi “Siapa Calon Konsumen Anda”.
4. Pelayanan
Lakukan pelayanan yang baik. Kecepatan pelayanan salah satu kunci utama. Bermitralah dengan jasa pengiriman barang terpercaya. Garansi produk juga penting. Jika usaha Anda bertambah besar, bentuklah tim yang tangguh.
5. Mental Wirausahawan Sukses
Usaha toko online adalah sama dengan usaha lainnya. Miliki mental wirausahaan yang sukses, antara lain :
- Pantang menyerah. Di bisnis apapun, kendala pasti ada.- Sabar. Produk Anda mungkin laku di hari pertama, mungkin juga di tahun pertama.- Berani menghadapi resiko. Resiko pasti ada. Tinggal bagaimana kita menghadapinya.- Selalu mencari peluang. Boleh jadi bisnis pertama Anda gagal. Tapi itu bukan akhir segalanya, kan?Peluang usaha toko online masih banyak. Silahkan cari peluang yang sesuai dengan Anda.
6. Belajar Seperlunya
Peran seperti apa yang Anda inginkan di toko online Anda? Itulah yang harus Anda pelajari. Anda tidak harus mempelajari semuanya.
Misalnya, Anda ingin memasarkan produk. Yang perlu Anda pelajari internet marketing dan dasar-dasar membuat web/blog (tidak harus ahli html). Bidang-bidang lain, bisa Anda serahkan ke tim Anda (produksi barang,pengiriman,promosi offline, dll).
7. Berbuat Baik dan Beramal
Perbuatan baik dan infaq-shodaqoh-zakat berbanding lurus dengan profit usaha Anda. Hal ini telah ditegaskan di Kitab Suci. Uang yang kita ‘keluarkan’ akan dibalas puluhan, bahkan ratusan kali lipat. Bisa hari itu juga, tahun depan atau minimal di akhirat. Saya sendiri sudah membuktikan hal ini. Dan ini berlaku untuk semua bisnis.Nah… Itulah tips dari saya. Ini berdasarkan pengalaman pribadi lho.Lalu, sebenarnya berapa sih potensi penghasilan peluang usaha toko online ini? Wah, kalau yang ini tergantung produk, penjualan dan bagaimana Anda mengembangkan bisnis tersebut. Bagi Anda yang sudah berbisnis online, pasti sudah bisa memperkirakan. Bagi Anda yang belum bisnis online, percaya saja bahwa potensinya di luar perkiraan Anda saat ini (…ehm?)
sumber : http://www.tangandiatas.com/

July 26, 2009

Posted by Sabar Santoso in | July 26, 2009 No comments

Banyak orang yang masih berfikir berbisnis harus diawali dengan modal gede, mendapat untung yang segede-gedenya, dalam waktu yaang sesingkat-singkatnya agar ia cepat dinilai sukses. Pandangan yang seperti itu adalah keliru.

Bisa saja orang memulai bisnis dengan usaha kecil-kecilan dengan modal utama berupa kemampuan dan bakat, dan mengembangkan kreatifitasnya yang langkahnya bisa diawali dengan menawarkan ide pada rekan atau kawan yang memiliki dana cukup. Dalam memulai bisnis tak pernah ada batasan besaran modal. Dana berapapun bisa terwujud, tergantung bidang usahanya. Jadi semuanya tergantung keuletan orang yang menjalankan usaha dan yang perlu diingat dalam berbisnis adalah berbisnislah pada bidang yang Anda sukai, jangan berbisnis pada bidang yang tidak Anda suka. Sebelum memulai bisnis ada beberapa yang perlu dianalisa terlebih dahulu:
Pertama peluang usaha didasarkan pada faktor internal dan eksternal. Faktor internal terkait dengan manajemen, pemasaran dan ketercukupan modal. Faktor eksternal terkait dengan infrastruktur, budaya, kebijakan fiskal dan moneter.
Kedua analisis posisi tawar terhadap pemasok bahan baku dan posisi tawar terhadap pasar. Ini terkait dengan bagaimana daya beli masyarakat sekitar. (Jika bisnis tersebut ditujukan untuk masyarakat sekitar). Ditambah lagi dengan analisis kompetitor atau pemain dengan bidang usaha sejenis serta ancaman-ancaman usaha baru yang sejenis.
Ketiga analisa segmentasi pasar. Siapa segmen utama bisnis Anda ? apakah anak-anak remaja, dewasa, orang muslim, non muslim, keluarga atau orang tua. Analisa juga harga jual kompetitif. Tujuannya agar barang yang anda pasarkan di pasaran harganya tidak terlalu mahal juga tidak terlalu murah. Keempat tentukan desain yang berkarakter dan unik. Produk boleh serupa, begitu juga soal harga dan kualitas. Namun jika punya keunikan tersendiri tentu dapat menarik perhatian konsumen. Kendalikan juga kualitas barang dan buatlah agar tetap sesuai standar. Harga tetap dengan kualitas semakin lama semakin rendah tentu akan ditinggalkan konsumen, pilihlah tekhnologi yang tepat dan efisien. Jika bisnis anda sebetulnya bisa dibangun dengan perangkat tekhnologi sederhana namun anda memilih tekhnologi canggih maka sama halnya dengan pemborosan.
Keempat analisa bagaimana anda mendorong usaha Anda menjadi produk-produk yang siap dipasarkan dan bagaimana menggerakkan usaha tersebut.
Menurut the own business,ins, sebuah organisasi non profit di bidang pendidikan kewirausahaan berbasis di Los Angeles, dalam situsnya memberikan 10 tips terkait dengan hal-hal yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan oleh seorang pebisnis dalam memulai bisnis:
1. Berfikir meninggalkan bisnis sebelum rencana Anda teraplikasi keseluruhan.
2. Memulai bisnis pada bidang yang tidak disukai.
3. Membatasi kemampuan, terkait aset pribadi dan keluarga.
4. Bersaing dengan karyawan sendiri dalam bisnis sampingan yang hendak dijalankan.
5. Tergesa-gesa dalam memulai bisnis. Bahkan tak ada hukuman pinalti jika Anda melewatkan kesempatan.
6. Memilih bisnis yang sangat berisiko tinggi.
7. Memilih bisnis dimana harus memiliki harga terendah untuk sukses.
8. Mengabaikan aspek-aspek negatif pada bisnis yang dikehendaki.
9. Mengatasi segala beban seorang diri.
10. Hanya berpijak pada konsep atau teori dan mengabaikan uji pasar secara langsung.
Tunggu apa lagi !!! Anda bisa memulai bisnis sampingan kapan saja. Ketika ide mengembangkan usaha mampir dibenak Anda segeralah wujudkan. Mencari ide memang tak gampang, itu sebabnya Anda perlu memperluas wawasan dan menggali lebih banyak informasi. Ada banyak faktor selain uang dalam menentukan langkah bisnis Anda. Semangat yang luar biasa, aktif, motifatif, inisiatif dan sosial adalah sikap yang sangat membantu seorang wirausaha untuk mengekplorasi peluang terutama dalam memperkenalkan ide ataupun kreasi mereka yang bernilai kepada calon pelanggan, karyawan dan sebagainya.
Sumber : Jiwasraya Magazine, Februari 2

July 11, 2009

Posted by Sabar Santoso in | July 11, 2009 No comments








Unstable, yang diindikasikan dengan naiknya harga barang kebutuhan pokok, menyebabkan sebagian dari kita merasa perlu untuk mengembangkan bisnis disamping pekerjaan utama untuk menambah penghasilan dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang bersifa pokok. 

Bisnis sampingan memang hanya bersifat sebagai pendukung penghasilan utama, namun pada beberapa kasus bisnis sampingan yang dikelola dengan baik justru semakin berkembang dan melebihi penghasilan dari pekerjaan utama Anda. Berikut ini akan diuraikan secara singkat memulai bisnis sampingan:

1. Pilih Bidang Yang Anda Kenal. Misalnya Anda senang dan hobi berbelanja. Jadi Anda telah paham, dimana bisa membeli baju yang murah dan bagus, aksesoris apa yang sedang menjadi tren, serta harga yang menguntungkan. Atau bisa juga karena Anda hobi menjahit, maka Anda bisa terima jahitan atau memproduksi barang-barang jahit yang mungkin disukai orang lain.


2. Manfaatkan Waktu Libur Di Akhir Pekan. Untuk mengembangkan usaha, Anda dapat memanfaatkan waktu luang dan akhir pekan Anda. Jangan ‘mencuri’ waktu kerja kantor. Kalau Anda bermaksud ‘jualan’ di kantor, cari waktu istirahat atau sebelum dan sesudah jam kerja. Dengan cara ini tak ada yang merasa terganggu dengan aktifitas Anda, sekaligus pekerjaan utama Anda juga tidak keteteran.

3. Rencanakan Selama Mungkin. Meskipun ini hanya bisnis sampingan, bukan berarti hanya bisnis musiman, artinya yang cuma seminggu lalu berhenti. Kalau mau lebih menguntungkan, rencanakan lebih jauh agar bisnis sampingan ini berkembang dan berjalan selama mungkin. Jangan hanya saat musim high heels saja Anda menawarkan dagangannya. Tapi jelilah untuk menawarkan barang berikutnya yang tentunya bakal memikat pembeli.

4. Jangan Memforsir Diri. Ketika usaha berkembang dengan bagus, upayakan juga jangan tengggelam terus menerus dalam usaha/bisnis ini. Beri waktu pada diri Anda untuk beristirahat dan memanjakan diri. Hal ini untuk menghidarkan diri dari stress.

5. Jangan Abaikan Pekerjaan Utama. Karena ini bisnis sampingan maka jangan abaikan pekerjaan utama Anda. Jangan sampai ada teguran atau complaint kualitas kerja Anda sekarang merosot. Apabila sekiranya bisnis Anda jauh lebih berkembang kemudian memberikan penghasilan yang jauh lebih besar dari pekerjaan utama Anda, maka Anda harus memgang komitmen untuk tetap bekerja di tempat lama dengan konsekwensi bisnis Anda kurang terpantau atau resign dari perusahaan lama Anda dan fokus di bisnis Anda. Hal ini terkait dengan reputasi dan tanggung jawab Anda terhadap pekerjaan utama.

Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter