Sharing With Passion
Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

June 29, 2020

Posted by Sabar Santoso in | June 29, 2020 No comments

Versi 1,5TB dijual di kisaran Rp950 ribu. Adapun versi 2TB tersedia di harga Rp1,35 juta.
Digital (WDC) menghadirkan harddisk ramah lingkungan generasi keempat yakni WD Caviar Green. Harddisk yang memiliki tiga buah platter yang masing-masing menyediakan penyimpanan hingga 667GB per platter tersebut tersedia dalam kapasitas 1,5 dan 2TB.

“Western Digital Caviar Green 2TB menawarkan konsumsi daya yang lebih rendah dibanding produk harddisk 2TB lain yang saat ini ada di pasaran,” klaim juru bicara Western Digital, pada keterangannya, 6 September 2010. “Produk ini mengonsumsi daya watt per TB terendah di industri,” ucapnya.
Dengan densitas 667GB per platter, Western Digital Caviar Green terbaru sudah dilengkapi dengan cache sebesar 64MB. Saat bekerja, teknologi GreenPower yang tersedia menggabungkan manajemen daya otomatis. Harddisk juga didesain sehingga memiliki tingkat kebisingan rendah.
Sebagai harddisk yang disebut sebagai produk ramah lingkungan, saat diproduksi, harddisk ini sudah tidak lagi menggunakan halogen. Seperti diketahui, halogen merupakan bahan yang digunakan oleh industri manufaktur komponen dan berbahaya bagi makhluk hidup dan lingkungan.
Di Indonesia, WD Caviar Green 1,5 TB (model WD15EARS) dan 2 TB (WD20EARS) sudah tersedia lewat distributor maupun reseller, dengan harga sekitar Rp950.000 untuk model dengan kapasitas 1,5 GB dan Rp1.350.000 untuk model dengan kapasitas 2TB - VIVAnews
Posted by Sabar Santoso in | June 29, 2020 No comments
Jakarta - Seorang peneliti keamanan siap mendemokan cara membobol dan menyadap panggilan ponsel di dekatnya. Dua piranti lunak pendukung aksi itu pun siap disebarluaskan.

Jika aplikasi yang dibutuhkan itu sudah tersebar, menyadap panggilan telepon akan menjadi ranahnya para
Script Kiddies alias bisa dilakukan oleh siapapun yang mau, cukup dengan mengunduh piranti lunak yang ada di internet.


"GSM Hacking sudah memasuki tahap script kiddie, sama seperti Wi-Fi Hacking beberapa tahun lampau ketika orang di mana-mana mudah sekali membobol Wi-Fi tetangganya," ujar Karsten Nohl, ahli kriptografi dan peneliti keamanan di Security Research Labs, seperti dikutip detikINET dari TheRegister, Kamis (29/7/2010).

Menurut Nohl, dengan makin tersebarnya piranti lunak itu, pihaknya berharap industri akan beralih ke enkripsi yang lebih aman. "Sama seperti Wi-Fi, ketika mereka beralih ke enkripsi WPA. Semoga itu juga akan terjadi di GSM," ujarnya.

Apa saja piranti lunak yang digunakan? Berikut adalah dua di antaranya:
  • Kraken, piranti lunak ini akan diedarkan pada Black Hat Security Conference di Las Vegas. Kegunaan piranti ini adalah untuk mengambil secret key dalam enkripsi pesan SMS dan percakapan suara dalam waktu kurang dari 30 detik. Pengembangnya tak lain dari Frank A. Stevenson, yang terkenal sebagai pembobol enkripsi CSS pada keping DVD.
  • AirProbe, versi terbaru piranti lunak ini juga akan disebarkan pada acara yang sama. AirProbe disebut mampu merekam sinyal digital yang 'lewat' antara menara BTS dengan ponsel. Digabungkan dengan GNU Radio, AirProbe bisa mengambil data yang ada secara real time dan menyimpan hanya paket yang dibutuhkan untuk penyadapan.

Selain itu, peneliti keamanan dan forensik komputer TheGrugq telah menjelaskan adanya kelemahan pada sistem GSM. Dan kelemahan tertentu bahkan bisa dieksploitasi dengan memanfaatkan perangkat genggam saja.

Lewat serangan bernama RACHell, pelaku bisa menghujani menara BTS dengan RAC Request hingga 'ambruk' (tak berfungsi). Teknik lain, dengan sebutan IMSI Detach, bisa mencegah ponsel tertentu untuk menerima SMS dan panggilan suara selama nomor ponsel itu diketahui.
(detikinet.com)
Posted by Sabar Santoso in | June 29, 2020 No comments

Jakarta - Peneliti keamanan ternama akan mendemonstrasikan cara membajak sinyal GSM. Dengan metode itu, percakapan ponsel bisa disadap dengan mudah.

Demo itu akan dilakukan Chris Paget, seorang peneliti keamanan yang cukup terkemuka, dalam gelaran tahunan DefCon di Las Vegas akhir Juli 2010.

Paget disebut akan mendemokan semacam Base Station palsu yang bisa menipu ponsel di sekitarnya sehingga mengirimkan panggilan suara ke perangkat itu. Ia juga akan membeberkan perangkat apa saja yang digunakan untuk demo tersebut.

Seperti dikutip detikINET dari blog pribadinya, Selasa (27/7/2010), Paget mengatakan sudah menyiapkan beberapa hal agar demo itu tak 'mengganggu' dari sisi privasi.

Berbekal nasehat dari Electronic Frontier Foundation, hal pertama yang dikemukakan Paget adalah bahwa perangkat di sekitar area demo akan mendapatkan peringatan.

"Anda akan diperingatkan secara jelas, bahwa menggunakan ponsel selama demo itu artinya Anda setuju akan disadap. Jika tidak setuju, Anda harus mematikan ponsel," tulis Paget.

Kedua, lanjtu Paget, mesin yang digunakan untuk demo tak akan memiliki hardisk. Semua data akan disimpan pada USB Flashdisk yang seusai demo akan langsung dihancurkan oleh EFF.

Kemudian, Paget hanya akan menggunakan kemampuan transmisi 250mW (microwatt). Bandingkan dengan kekuatan 2W dari kebanyakan ponsel.

Keempat, Paget mengaku akan mengusahakan semua panggilan yang dilakukan saat demo akan diarahkan ke tujuannya sebisa mungkin. Meski tak bisa menjamin, ia juga siap mengalihkan panggilan darurat ke nomor lokal.(Detik.net)
Posted by Sabar Santoso in , | June 29, 2020 3 comments

Jakarta - Situs resmi Presiden Republik Indonesia (http://presidenri.go.id) tercatat menerima serangan cyber sebanyak tiga juta kali dalam sehari. Untungnya, serangan masih bisa diantisipasi.

Demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dalam
jumpa pers kesiapan pemerintah dan operator telekomunikasi menyambut Hari Raya Idul Fitri 1431 H di gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (2/9/2010).

Tifatul mengungkapkan data itu saat ditanya mengenai fenomena perang cyber sejak terjadi konflik antara Indonesia dan Malaysia. Ia menegaskan Indonesia tidak menginginkan perang cyber memanas dan lebih menginginkan terjadinya diplomasi yang baik untuk menjaga hubungan antarnegara.

"Dalam kasus ini diplomasi sebaiknya dikedepankan. Cyber war tidak hanya datang dari Malaysia, tapi juga banyak negara. Situs presiden saja diserang tiga juta kali dalam sehari," papar menteri. "Untungnya kami punya ID-SIRTII (lembaga pengawas internet Indonesia) untuk mengantisipasi serangan terhadap situs-situs di Indonesia.

Dari Direktorat Jenderal Aptel (Aplikasi dan Telematika), kami juga menyiapkan UU Tipiti (Tindak Pidana Penyalahgunaan Teknologi Informasi) untuk mengantisipasi," lanjut Tifatul.
"Perang cyber bukan hanya bayangan saja, tapi sudah terjadi. Estonia diserang hacker Rusia hingga lumpuh total. Namun kita tetap harus waspada, jangan terprovokasi. Belum tentu dari sana (Malaysia) juga," tegas menteri.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Indonesia tetap akan mengantisipasi segala bentuk penyerangan cyber. Pun ia mengatakan adalah hal biasa jika dalam kasus ini timbul situs-situs yang menghina Indonesia. "Itu sudah biasa. Saya sendiri sering mendapat penghinaan di social media. Biasa jika orang baru belajar. Per hari jumlahnya bisa ratusan," tandas Tifatul. (Detik.net)

July 14, 2019

Posted by sabarsan in | July 14, 2019 No comments
Kelebihan :
Sekali lagi Samsung membuktikan formula seri Galaxy S9 dengan layar 5,8 inci yang cantik, desain yang melengkung begitu indah serta kamera yang luar biasa untuk bidikan dengan hasil terang. Kecepatan whiplash-nya sudah tidak diragukan lagi, kekuatan wifi dan ketahanan pada kondisi lingkungan yang basah dan berair melengkapi fiturnya semakin canggih dan elegan. Dibalut dengan warna ungu dan biru yang elegan terlihat lebih memukau.

Kekurangan :
Hasil foto untuk kondisi lingkungan pencahayaan yang rendah terkadang menjadi terlihat buram dan tekstur kurang jelas, hal ini sangat kontras dengan jenis ponsel kamera merek lain yang sepadan dengan Galaxy S9. Pada waktu tertentu ketika kamera sedang digunakan ada kalanya berganti mode. Perangkat lunak untuk menampilkan avatar 3D kurang begitu bagus, sistem keamanan ponsel menggunakan pengenalan wajah yang baru yang pada dasarnya tidak begitu aman untuk level gadget. Terakhir dilihat dari harganya Galaxy S9 tentu saja lebih tinggi tipe Galaxy yang lainnya seperti Galaxy S8 yang diluncurkan pada tahun 2017.

Review Singkat Galaxy S9 :

Hampir satu tahun terakhir Galaxy S9 ($ 600 di Walmart) merupakan ponsel yang luar biasa dengan menghadirkan keunggulan dari sisi perangkat keras, kinerja, dan serta fotografi terbaik dari handset yang sepadan dengannya. Namun masa itu akan segera berakhir setelah ada penggantinya dalam seri yang sama yaitu Galaxy S10 ($ 890 di Amazon), yang diluncurkan oleh Samsung 20 Februari 2019 di San Francisco.

Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus ($ 715 di Walmart) tidak akan lagi menjadi ponsel yang paling kompetitif untuk tahun 2019. Galaxy S10 harganya lebih mahal daripada Galaxy S9 saat diluncurkan, Galaxy S10 dilengkapi dengan pendeteksi sidik jari pada bagian layar. Samsung Galaxy S10 dilengkapi dengan enam kamera, serta kamera 3D yang menghadap ke depan berfungsi untuk membuka kunci ponsel dengan sistem pemindaian wajah.

Berikut ini adalah beberapa fitur dari Galaxy S9 :
  • Layar AMOLED 5,8 inci yang cerah dengan dua layar yang melengkung, terlihat luar biasa.
  • Desain warna dasar yang dihadirkan adalah ungu dan biru karang. Namun kita juga dapat menggantinya dengan membeli casing terpisah midnight black dan titanium gray.
  • Prosesor cepat Snapdragon 845 dapat menyelesaikan tugas aplikasi, menangani permainan dengan grafis yang intensif (beberapa model masing menggunakan Samsung Exynos 9810).
  • Fasilitas baterai yang penuh dapat kita gunakan dari pagi hingga malam hari. Walaupun menu navigasi dan streaming akan cukup menguras baterai lebih cepat.
  • Foto yang cerah dan cantik di luar ruangan dapat dihasilkan dengan kamera 12 megapiksel.
  • Sistem dual-speaker dapat menghasilkan audio yang memiliki kesan megah.
  • Soket headphone kuno terlihat bagus.
  • Penempatan pembacaan sidik jari yang begitu baik menjadikan penggunaan ponsel menjadi lebih nyaman.
  • Fasilitas nirkabel serta perangkat anti air (menggunakan IP68, dan lulus uji) memberikan tambahan keunggulan yang sama dimiliki oleh seri sebelumnya.
Ketika kita amati lebih detail, terdapat beberapa masalah menjadi hambatan dari beberapa fitur unggulan yang sudah dijelaskan pada bagian atas. Sebagai contoh, lensa dual-aperture yang pertama kali di terapkan pada ponsel Samsung Galaxy S9 dan S9 Plus benar-benar membuat foto seterang yang dijanjikan, namun memeiliki kelemahan yaitu terlihat buram ketika ada gerakan. Avatar 3D dan sistem pengenalan wajah untuk membuka ponsel hampir mirip dengan iPhone X ($ 630 di Walmart) namun masih terdapat kekurangan yang mendasat.

Galaxy S9 dan Galaxy S9 plus, memiliki fitur inti yang hampir sama, termasuk ukuran, berat dan harga. Namun ada sedikit perbedaan dari kedua tipe Galaxy tersebut, yaitu sebagai berikut :


Perbedaan yang paling jelas adalah adanya lensa kamera di bagian belakang pada tipe S9 Plus, lensa foto jarak jauh yang didesain untuk menghasilkan bidikan kedalaman gambar pada area terbuka, sehingga objek yang tertangkap oleh kamera begitu nyata dan mengaburkan latar belakang yang ada disekelilingnya.

Jika tujuannya adalah menginginkan ponsel dengan layar lebih besar, dengan pengambilan gambar yang bagus dan detail, maka S9 Plus adalah pilihannya dan tentunya sesuai dengan harga yang harus dibayar. Berbeda dengan tipe S9 yang ukurannya lebih kecil dan lebih nyaman untuk dipegang dan digunakan.


Untuk masalah harga S9 Plus memang lebih mahal, ini dikarenakan S9 Plus memiliki keunggulan dibandung S9, salah satunya adalah kamera canggih yang tertanam didalamnya. Jenis kamera yang digunakan menyerupai fungsi kamera DSLR namun ukurannya lebih kecil dan menyesuaikan pada bentuk kamera, fitur yang dirancang pada kamera tersebut dapat menerima lebih banyak cahaya, mengurangi noise dari gambar yang diambil, dan umumnya hasil foto menjadi lebih baik.

Pada Galaxy S9, secara fisik apertur akan berubah ukuran ketika kamera mendeteksi adanya cahaya yang redup, maka secara otomatis kita harus mengubah ulang antara pengaturan f / 2.4 dan f / 1.5, meskipun kita dapat mengatur sendiri ini secara manual dalam mode Pro. Samsung mengklaim bahwa kamera yang disediakan memungkinkan dapat menerima cahaya lebih banyak 28 persen pada lingkungan pencahayaan dimmer, dan itu memang sudah terbukti dan teruji.

Pada sebuah sample pengambilan sejumlah foto dari kamera S9 dan S9 Plus, dapat diambil kesimpulan bahwa cahaya pada gambar yang diambil oleh tipe S9 dengan lingkungan pencahayaan rendah, noise yang ada pada gambar tersebut cukup sedikit dibandingkan dengan ponsel tipe yang lain. Kamera secara otomatis akan menggunakan pengaturan aperture yang tepat untuk pemotretan cahaya yang rendah.

Kualitas gambar pada lingkungan yang lebih gelap itu memiliki kelebihan tersendiri. Kecepatan rana cahaya menjadi lebih lambat yaitu 1/10 dan 1/11, sehingga lebih memungkinkan terdapat banyak cahaya yang masuk, namun kelemahannya adalah gambar sedikit buram.

June 29, 2019

Posted by sabarsan in | June 29, 2019 No comments

The Galaxy Watch is Samsung's attempt to bring its smartwatch line under a larger Galaxy umbrella so that it fits into the ecosystem more seamlessly. So the company let go of the "Gear" branding and kept things simple by calling it the Galaxy Watch. And while Samsung's efforts look to be in the right direction, the ecosystem that we are looking at still hasn't reached the Apple kind, and that leaves the Galaxy Watch stuck somewhere between truly great and just another smartwatch.
Don't get me wrong, I love the Galaxy Watch, but I feel it still hasn't reached its true potential yet. It brings a familiar Gear-like design with a rounded body, a AMOLED display and a rotating bezel. And more importantly - it feels like a watch. The Galaxy Watch also touts an impressive battery life and some use activity tracking. And all of this comes at a reasonable starting price of Rs 24,999. Is the Galaxy Watch the best Apple Watch alternative?
Design and display
A watch is an extremely personal and subjective product, more so than a smartphone. At least, that's what I believe. What a watch should be shaped like is a matter of choice. Some like it round and chunky while others may prefer it square and petite. I personally prefer the former which is why I find the Galaxy Watch extremely attractive. It has a rounded body that comes in two sizes - 42mm and 46mm. I received the 46mm model as my review unit and I'm glad because it's the perfect size for my wrist. If you have a small wrist then the 42mm should be ideal for you.
The 46mm model is big but surprisingly lightweight. The body comes in silver while the rotating bezel and accents on the buttons are in a dark gray colour which adds a nice touch of contrast. You can also opt for the all-Black version or the all-Rose Gold option as well, but these colours are limited to the 42mm model only. The buttons placed on the right side have a rough pattern on it which makes it easy to identify and there's a nice tactile feel as well. They aren't firmly placed and you can feel it move around, which feels kind of cheap.
I cannot stress this enough, but I find the rotating bezel design to be absolutely the best way to navigate on a smartwatch yet. It is definitely a feature that should be seen on more smartwatches and I'm glad Samsung hasn't removed this. Turning the bezel clockwise or anticlockwise will allow you to browse through the entire UI and apps smoothly and the fact that you don't have to use your finger to navigate leaves the display completely free. There's also a little clicky feel with every rotation that makes it feel more authentic and real. And speaking of real, you also have the option to enable the ticking sound of the seconds hand to mimic a real watch, which is oddly satisfying.
I am not a big fan of the silicone straps that come with the smartwatch as it attracts way too much dust that's not easy to remove. Of course, you could always give them a quick wash under the tap as the smartwatch is waterproof. I suggest buying better 22mm strap made of stainless steel or leather or whatever that takes your fancy.
The 46mm model comes with a 1.3-inch AMOLED display with a pixel density of 282 DPI while the smaller 42mm model gets a 1.2-inch display with a higher 302 DPI. It is a gorgeous AMOLED display and you can count on Samsung to deliver sharp and vivid colours and detail. Brightness levels and viewing angles are good and you'll be able to view the display even on average brightness. The UI in general has a lot of colourful icons which makes it look rich and lively.
Features and performance
To get started, you need to first pair the Galaxy Watch with a phone. The watch is supported on both Android and iOS as opposed to the Apple Watch which only works on an iPhone. You need to download the Galaxy Wearable app from the Play Store. In the iOS App Store this goes by the name of Galaxy Watch. Once the app is downloaded, you will be taken through the pairing process over Bluetooth. The app will give you a dashboard that shows you the battery percentage, internal storage and memory consumed. The Galaxy Watch comes with 4GB of storage, but you will have access to less than half of that, and around 768MB of RAM.
You should note that pairing the Galaxy Watch with an iPhone will allow you to read notifications but not reply to them. Notifications on the watch will be a lot more interactive if connected to an Android device. Apart from quick reply options, you can also type full messages on the watch with the help of a small feature phone-like keypad. The watch vibrates every time you receive a notification, but I'm not a fan of the little animation that keeps showing up before you're able to read the message as it can get really annoying if you get a lot of notifications through the day.
The Galaxy Watch comes with a lot of the same features as the Gear S3 so anyone familiar with that watch will instantly know how to work on this one. Rotating the bezel clockwise or swiping left on the touchscreen will show you some widgets and the option to add contacts, alarms and workouts. Rotating the bezel anticlockwise or swiping right will bring up notifications.
What really makes the Galaxy Watch stand out is quite simply because of all the watch faces to choose from. Samsung says there are over 60,000 watch faces in the Galaxy Wearable app, and while you may never go through all of them, just the idea of having an endless supply of watch faces has me sold. There are a few faces included in the Settings menu that look quite nice as well.
Samsung is offering close to 40 workouts that includes running, hiking, swimming, treadmill and crunches. The watch also auto detects when you're running or walking over a prolonged period or some of the other workouts so you don't have to manually start the timer. It doesn't always work seamlessly for all workouts, but the tracking is quite on point. The watch can also detect when you're inactive and will buzz you when it feels you should do a torso twist.There is a speaker on the left side that allows you to talk someone on a call. The volume levels aren't great and you'll only be able to hear something in a very quiet environment. Notably, the person on the other end of the line will be able to hear you quite clearly, as if you were talking over the phone.

Battery

One key aspect about smartwatches is the battery life. I find it tiresome to have to charge a watch before I sleep every night. The Apple Watch will make you do that every other day. But the Galaxy Watch goes up to four full days before you need to reach for the bundled wireless charger, and that's just great. In fact, you can even stretch it up to five days if you know the right battery saving combinations. Note that this for the 46mm model as it gets a bigger battery 470mAh battery as compared to the 42mm model that gets a 270mAh capacity. As we couldn't test the smaller variant it's hard to say how it delivers on battery life, but I reckon it will be around 2-3 days at the most.

Now, If you want to reach Samsung's four-day battery life promise, you will need to keep a few things in mind. The Always-On feature needs to be toggled off, which is fine because you don't need the display to stay on when you're not looking at it. But if you do prefer the Always-On option then do note that this will drain battery life a lot faster, offering around two full days before draining out. Next, I found it ideal to set the display brightness at around 7, which is sufficient for indoors and outdoor visibility, while at the same time does not drain the battery too fast. You can also switch off the Wi-Fi option if the watch is connected to your phone via Bluetooth.

To charge the Galaxy Watch, simply place the body on the wireless charger with the back facing the dock. Wireless charging in general is a pretty slow technology and even with a battery as small as a 470mAh inside the 46mm model will take about two and a half hours to charge from zero to 100 percent. The charging time should be faster for the 42mm as it comes with a battery size that's almost half at 270mAh.
Posted by sabarsan in | June 29, 2019 No comments

It’s safe to say that the iPhone X has been the most-talked about tech product of 2017. The anticipation for the tenth anniversary iPhone started last year, well before the usual time for the iPhone rumour mill to start whirring. While the launch itself may have been without too many surprises - thanks to the generous number of leaks, the biggest from Apple itself - that didn’t stop the iPhone X from grabbing everyone’s attention, not least because it made Rs. 1 lakh phones a reality.
The iPhone has never been about specifications, and that’s never been more true than with the iPhone X, which shares most of its internals with the iPhone 8 and iPhone 8 Plus, but is nothing like any other iPhone - new or old - in terms of design or how you interact with it on an everyday basis. With Face ID and a UI paradigm reimagined without the Home button, Apple says the iPhone X is “the future of the smartphone”.
The first time we saw the iPhone X from the back, it reminded us of older iPhone models, specifically the pronounced rounded corners and general ‘chunkiness’ of the iPhone 3GS. No, the iPhone X is nowhere near as thick as the iPhone 3GS - thankfully - but at 174g, it’s a fair bit heavier than any iPhone model to date that hasn’t carried the ‘Plus’ moniker. If you are moving from an iPhone 7 or earlier ‘regular’ sized model to the iPhone X, you will certainly notice the additional weight.
The glass back is a huge fingerprint magnet, and, again, just like the other two new iPhone models, the iPhone X is prone to sliding off surfaces that are even slightly slippery or have even a bit of an incline. Be sure to protect your ‘precious’ in some sort of a case, or you could end up with a repair bill that rivals the GDP of a small nation. The dual rear cameras on the iPhone X are laid out vertically, as opposed to horizontally on the Plus-sized models. We found the mute button on the iPhone X to be stiffer than expected, requiring more force than usual to toggle on two different units that we tested.

June 24, 2019

Posted by Sabar Santoso in , | June 24, 2019 No comments

Sudah pada tahu kan PTC itu apa? Ya PTC atau Paid To Click, yaitu program yang diadakan oleh sebuah website, jika kita melakukan klik pada iklan yang mereka sediakan, maka kita akan dibayar.

Jadi pada intinya bisnis online seperti ini merupakan jembatan antara pengiklan dan konsumen. Pengiklan akan membayar untuk menampilkan sebuah link (iklan) di situs PTC, sedangkan konsumen akan dibayar untuk menge-klik suatu link (iklan).

Pada postingan terdahulu sudah saya jelaskan mengenai PTC lokal atau PTC nya dari Indoesia, yaitu IDRClickIt. Nah yang ini sama juga PTC cuma dari luar negeri dan bayarannya pun dollar, nama nya adalah Incrasebux.

Incrasebux merupakan PTC yang sudah terpercaya dan bukan scam / website penipu, dan sampai saat ini sudah memiliki jutaan member diseluruh dunia.

Bagi yang suka chatting ataupun facebookan, bisnis online ini sangat cocok untuk dikerjakan. Cara kerjanya pun sangat mudah. Terlebih dahulu kita harus memiliki account di website tersebut, dengan cara daftar di bagian register, dan ini gratis / tidak bayar, sifat keanggotaannya adalah untuk selamanya.

Kemudian setelah kita punya account maka akan disediakan beberapa iklan (antara 4 sampai 7 iklan). Tugas kita adalah meng klik iklan itu satu persatu, maka detik itu juga kita akan di bayar melalui pay pal (alat transaksi keuangan internet), kalau belum punya account paypal langsung aja daftar di sini. informasi mengenai paypal bisa klik disini.
Analisa perhitungan uang yang bisa diperoleh dari Incrasebux adalah sebagai berikut :

  • 1 kali klik iklan adalah $0.01
  • Rata-rata 1 hari iklan adalah 4 sampai 7 iklan, kita ambil tengahnya saja yaitu 5 iklan, jadi : 5 iklan x $0.01 = $0.05
  • Kemudian kita memiliki referral minimal 100 orang : 100 orang x $0.05 = $5
  • Sampai sini, jadi kita memiliki penghasilan $5 per hari, berarti dalam sebulan uang yang bisa kita peroleh adalah sebesar : 30 hari x $5 = $150
Lumayan  kan.. Nah itu baru 100 referral, kalo kita rajin promosi link Incrasebux ini, maka referral yang bisa kita dapatkan di atas 100, bisa 200, 300 atau 1000 referral, tergantung kerajinan kita mempromosikannya, karena jangkauan kita adalah internasiaonal.

November 14, 2015

Posted by Sabar Santoso in | November 14, 2015 No comments
Agen adalah segala sesuatu yang dapat dilihat sebagai hal yang dapat memahami lingkungannya melalui sensor dan bertindak atas lingkungan itu sendiri melalui efektor. Seorang agen manusia memiliki mata, telinga, dan organ lain sebagai sensor, sedangkan tangan, kaki, mulut, dan bagian tubuh lainnya sebagai efektor. Agen robot dapat menggantikan kamera dan pencari jangkauan inframerah sebagai sensor sedangkan bagian motor pada robot berfungsi sebagai efektor. Agen rasional adalah agen yang melakukan sesuatu hal yang benar. Hal ini jelas lebih baik daripada melakukan sesuatu hal yang salah, tetapi apa artinya ini semua? Sebagai perkiraan pertama, kita katakan bahwa tindakan yang benar dapat menjadikan agen berfungsi dengan sukses. Dengan demikian maka ketika terdapat suatu masalah, agen tersebut dapat memutuskan bagaimana dan kapan mengevaluasi masalah tersebut agar keberhasilan agen dapat tercapai.


Agen yang berinteraksi dengan lingkungannya melalui sensor dan afektor.


Kita menggunakan istilah ukuran kinerja untuk menentukan bagaimana seberapa sukses suatu agen menyelesaikan tugasnya. Ini jelas, tidak ada satu ukuran tetap yang cocok untuk semua agen. Oleh karena itu, maka kita harus menentukan ukuran kinerja objektif yang diberlakukan oleh beberapa otoritas. Dengan kata lain, kita sebagai pengamat luar menetapkan standar arti menjadi sukses pada sebuah lingkungan dan menggunakannya untuk mengukur kinerja agen.

Sebagai contoh, perhatikan kasus agen yang seharusnya bertugas menyedot lantai yang kotor. Ukuran kinerja yang masuk akal adalah jumlah kotoran yang dibersihkan dalam berada pada satu shift kerja selama delapan jam. Ukuran kinerja yang lebih canggih akan mempertimbangkan jumlah listrik yang dikonsumsi dan jumlah kebisingan yang dihasilkan. Contoh ukuran kinerja lainnya adalah dengan memberikan nilai tertinggi bagi agen yang tidak hanya membersihkan lantai dengan efisien, tetapi juga dapat memangkas waktu lebih cepat.

Waktu untuk melakukan evaluasi kinerja juga sama pentingnya. Jika kita mengukur berapa banyak kotoran yang telah dibersihkan agen pada shift pertama dihari itu, maka kita harus memberikan penghargaan kepada agen-agen yang menyelesaikannya dengan lebih cepat, dan kita memberikan peringatan bagi agen yang bekerja dengan hasil yang tidak diharapkan. Oleh karena itu, maka diperlukan juga pengukuran kinerja dengan perhitungan jangka panjang, baik itu di shift pertama, shift kedua atau kedua-duanya.

Kita perlu berhati-hati dalam membedakan antara rasionalitas dan pengetahuan. Agen yang mengetahui dapat menyelesaikan tugasnya dengan hasil aktual dari tindakannya dapat bertindak sesuai langkah-langkah sesuai prosedur; namun hal tersebut tidak berlaku dalam dunia nyata. Pertimbangkan contoh berikut ini: Suatu hari saya sedang berjalan dibahu jalan sepanjang Jalan Jendral Sudirman kemudian saya melihat seorang teman di seberang jalan. Pada saat itu tidak ada lalu lintas kendaraan dijalan raya, maka secara rasional, saya mulai menyeberang jalan. Sementara itu, pada ketinggian 33.000 kaki, terdapat benda kargo yang jatuh dari sebuah pesawat yang melintas, maka sebelum saya tiba di seberang jalan, saya saya sudah tertimpa benda kargo tersebut. Dalam hal ini apakah saya tidak rasional dalam menyeberang jalan? Ini menunjukkan bahwa rasionalitas berkaitan dengan keberhasilan yang diharapkan mengingat apa yang telah dirasakan. Menyeberang jalan itu rasional karena sebagian besar waktu penyeberangan akan berhasil, namun tidak dapat mengetahui bahwa akan ada sebuah benda yang jatuh dari atas menimpa saya. Kemudian terdapat agen lain yang dilengkapi dengan radar untuk mendeteksi benda yang jatuh dari atas maka akan berusaha menghindar benda tersebut agar misi menyebrang jalan berhasil, namun ini tidak dianggap rasional bagi agen lainnya.

Dengan kata lain, kita tidak dapat menyalahkan agen karena gagal memperhitungkan sesuatu yang tidak dapat dirasakannya, atau karena gagal dalam mengambil tindakan. Tapi syarat keberhasilan agen bukan dilihat dari masalah yang sesuai untuk agen tersebut. Intinya adalah bahwa jika kita menetapkan bahwa agen cerdas harus selalu melakukan apa yang sebenarnya adalah hal yang benar, namun tidak mungkin merancang agen untuk memenuhi spesifikasi lengkap sempurna.

Singkatnya, rasional terhadap waktu tertentu tergantung pada empat hal:

  • Ukuran kinerja yang menentukan tingkat kesuksesan.
  • Segala sesuatu yang dirasakan agen sejauh ini. kita sebut sebagap pengalaman perseptual.
  • Apa yang agen ketahui tentang lingkungannya.
  • Tindakan yang dapat dilakukan oleh agen.

Kita perlu hati-hati dalam mendefinisikan hal ini. Untuk awal, mungkin terlihat memungkinkan bahwa agen dapat melakukan beberapa kegiatan yang jelas-jelas kurang cerdas. Sebagai contoh, jika seorang agen tidak melihat pada kedua arah jalan sebelum menyeberang pada jalan yang padat, maka urutan persepsinya tidak akan memberikan informasi bahwa terdapat sebuah truk besar yang mendekat dengan kecepatan tinggi. Definisi tadi tampaknya mengatakan bahwa akan baik-baik saja menyeberang jalan. Namun sebenarnya, penafsiran ini salah dalam dua hal. Pertama, tidak masuk akal untuk menyeberang jalan karena risiko tanpa melihat area jalan dikedua arah. Kedua, agen rasional yang ideal akan memilih tindakan "mencari" sebelum melangkah ke jalan, karena dengan melihat dan mengamati lingkungan membantu memaksimalkan kinerja yang diharapkan.

Gagasan tentang agen dimaksudkan untuk menjadi alat dalam menganalisis sistem, bukan karakterisasi absolut yang membagi domain menjadi agen dan non-agen. Contoh sebuah jam. benda ini dapat dianggap sebagai benda mati, atau dapat pula dianggap sebagai agen sederhana. Dikatakan sebagai agen, karena sebagian besar tindakan jam selalu melakukan tindakan yang benar: seperti menggerakkan jarum (atau menampilkan angka) dengan cara yang tepat. Tidak peduli apa yang terjadi di luar, maka tindakan jam tidak akan terpengaruh oleh dunia luar. Jika jam dan pemiliknya melakukan perjalanan dari kota A ke kota B yang memiliki perbedaan waktu dunia  maka hal tepat yang dapat dilakukan adalah dengan mengembalikan waktu tersebut menyesuaikan dengan lokasi saat ini. 

September 28, 2015

Posted by Sabar Santoso in , | September 28, 2015 No comments


Machine Learning merupakan sistem yang secara otomatis akan mempelajari dirinya sendiri melalui data yang telah diperoleh. Machine Learning dapat aplikasikan pada mesin pencari website, spam filter, recommender system, credit scoring, fraud detection, stock trading, drug design, dan banyak lagi aplikasi yang lainnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh the McKinsey Global Institute Asserts bahwa machine learning pada era yang akan datang akan menjadi sebuah teknologi inovatif yang berkembang pesat. Pada saat ini sudah banyak tersedia referensi mengenai machine learning baik berupa textbook atau paper yang telah di publish oleh sumber yang dapat dipercaya.
Misalkan, jika anda akan membuat sebuah aplikasi yang dapat menyelesaikan masalahnya sendiri, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah bagaimana membuat algoritma yang akan di simpan pada aplikasi tersebut, sedangkan metode algoritma untuk machine learning itu banyak sekali, sehingga kita harus dapat menentukan algoritma mana yang paling efektif dan efisien? Tapi pada intinya algoritma manapun yang akan anda gunakan, harus memiliki beberapa sifat dasar dari ketiga komponen di bawah ini :

1.   Representation.
Pengelompokan harus dapat digambarkan oleh beberapa bahasa pemrograman yang sudah familiar. Pada bagian ini kita dapat menyebutnya sebagai pembelajaran hypothesis space. Jika pengelompokan yang kita lakukan tidak berdasarkan pada hypothesis space, maka sudah dapat dipastikan bahwa machine learning yang akan di bangun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

2.   Evaluation.
Pada bagian ini lebih menitik beratkan pada kualitas salah satu isi dari pengelompokan itu sendiri, kita dapat menamakannya sebagai objective function atau scoring  function. Fungsi evaluation dilakukan secara internal yang memungkinkan sebuah algoritma dapat melakukan hal yang berbeda dari kelompok itu sendiri untuk hasil yang lebih optimal.

3.   Optimization.
Untuk membangun sebuah machine learning yang baik, kita memerlukan suatu metode tertentu untuk mencari salah satu metode yang paling unggul dalam suatu kelompok. Teknik Optimization merupakan bagian yang paling penting dalam efisiensi pembelajaran, dan ini dapat menentukan kelompok yang dihasilkan jika objective function pada Evaluation  memiliki lebih dari satu metode yang optimum. Dengan Optimization maka akan menghasilkan suatu keadaan pembelajaran baru dan akan mengganti salah satu metode pembelajaran yang sekiranya sudah tidak dapat digunakan.

September 13, 2015

Posted by Sabar Santoso in | September 13, 2015 No comments
Dalam bidang ilmiah cara terbaik untuk mendefinisikan suatu hal adalah dengan cara memberikan satu pertanyaan inti. Bidang Machine Learning berusaha untuk menjawab pertanyaan tersebut.

"Bagaimana kita dapat membangun sebuah sistem komputer yang secara otomatis akan meningkatkan kemampuannya melalui beberapa tahapan pembelajaran yang telah dilalui, dan apa hukum dasar yang dapat mengatur semua proses pembelajaran itu?"

Pertanyaan ini mencakup berbagai berbagai teori pembelajaran, seperti bagaimana merancang sebuah robot mobile yang dapat melakukan navigasi melalui serangkaian proses pembelajaran yang telah dilalui? bagaimana sebuah data medis akan mempelajari histori pasien pada masa yang akan datang melalui beberapa perawatan yang sedang berjalan? dan bagaimana membangun sebuah mesin pencari yang secara otomatis akan menyesuaikan dengan apa yang diinginkan oleh pengguna?
















Machine Learning adalah hasil alami irisan antara Computer Science dan Statistik. Kita dapat mendefinisikan Computer Science melalui sebuah pertanyaan : "Bagaimana kita dapat membangun sebuah mesin yang dapat menyelesaikan masalahnya sendiri, dan mana saja masalah-masalah yang dapat diselesaikan?".  Sedangkan untuk Statistik itu sendiri kita dapat buat sebuah pertanyaan "Apa yang dapat disimpulkan dari sebuah data dengan asumsi menggunakan pemodelan? 

Pendefinisian Machine Learning dapat diperoleh atas kedua unsur diatas, walaupun keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Computer Science lebih difokuskan pada cara kerja secara manual dari program komputer, sedangkan Machine Learning lebih focus pada pertanyaan bagaimana komputer dapat bekerja dan menyelesaikan masalah dengan programnya sendiri? Pada bidang statistik lebih difokuskan terutama pada apa yang dapat disimpulkan dari sebuah data, sedangkan pada Machine Learning dapat ditambahkan melalui pertanyaan tentang arsitektur komputasi dan algoritma apa yang dapat digunakan sehingga dapat bekerja secara efektif dalam menyimpan, mengindeks, mengambil serta menggabungkan data-data tersebut?

Pertanyaan yang mendefinisikan Machine Learning akan berkaitan erat dengan Human Learning. Walau bagaimanapun untuk saat ini wawasan mengenai Machine Learning diperoleh dari study Human Learning yang isinya jauh lebih rendah dari Statistik dan Computer Science, terutama karena lemahnya pemahaman kita tentang Human Learning. Namun demikian, sinergi antara Machine Learning dan Human Learning terus berkembang, contoh penggunaan algoritma Machine Learning seperti untuk membedakan sinyal syaraf yang ada pada manusia dengan hewan. 

Pada bidang lain, Machine Learning, digunakan pula untuk menyelesaikan masalah-masalah perekonomian hingga teori kontrol. Dalam hal bidang ekonomi, Machine Learning  dapat memprediksi suatu harga yang ada di pasaran sehingga didapatkan harga yang paling optimal bagi masyarakat umum. Dalam penggunaan teori kontrol, Machine Learning dapat meningkatkan strategi kontrol melalui beberapa pembelajaran. 

Beberapa contoh aplikasi yang didalamnya menggunakan teknologi Machine Learning adalah sebagai berikut :
  • Speech recognition.
  • Computer vision
  • Bio-surveillance.
  • Robot control.
  • Accelerating empirical sciences. 

March 13, 2014

Posted by Sabar Santoso in | March 13, 2014 No comments
Augmented Reality (AR) is a new technology that involves the overlay of computer graphics on the real world. One of the best overviews of the technology is that defined the field, described many problems, and summarized the developments up to that point. That paper provides a starting point for anyone interested in  researching or using Augmented Reality.

AR is within a more general context termed Mixed Reality (MR), which refers to a multi-axis spectrum of areas that cover Virtual Reality (VR), AR, telepresence, and other related technologies. Virtual Reality is a term used for computergenerated 3D environments that allow the user to enter and interact with synthetic environments. The users are able to “immerse” themselves to varying degrees in the computers artificial world which may either be a simulation of some form of reality or the simulation of a complex phenomenon.

In telepresence, the fundamental purpose is to extend operator’s sensory-motor facilities and problem solving abilities to a remote environment. In this sense, telepresence can be defined as a human/machine system in which the human operator receives sufficient information about the teleoperator and the task
environment, displayed in a sufficiently natural way, that the operator feels physically present at the remote site. Very similar to virtual reality, in which we aim to achieve the illusion of presence within a computer
simulation, telepresence aims to achieve the illusion of presence at a remote location. AR can be considered a tecnology between VR and telepresence. While in VR the environment is completely synthetic and in telepresence it is completely real, in AR the user sees the real world augmented with virtual objects.

When designing an AR system, three aspects must be in mind: (1) Combination of real and virtual worlds; (2) Interactivity in real time; (3) Registration in 3D. Wearable devices, like Head-Mounted-Displays (HMD), could be used to show the augmented scene, but other technologies are also available. Besides the mentioned three aspects, another one could be incorporated: Portability. In almost all virtual environment systems, the user is not allowed to go around much due to devices limitations. However, some AR applications will need that the user really walks through a large environment. Thus, portability
becomes an important issue. 

For such applications, the 3D registration becomes even more complex. Wearable computing applications generally provide unregistered, text/graphics information using a monocular HMD. These systems are more
of a ”see-around” setup and not an Augmented Reality system by the narrow definition. Henceforth, computing platforms and wearable display devices used in AR must be often developed for more general applications.

The field of Augmented Reality has existed for just over one decade, but the growth and progress in the past few years has been remarkable. Since, the field has grown rapidly. Several conferences specialized in this area were started, including the International Workshop and Symposium on Augmented Reality, the International Symposium on Mixed Reality, and the Designing Augmented Reality Environments workshop.

December 12, 2013

Posted by Sabar Santoso in | December 12, 2013 No comments
1. Mengubah Lowercase Ke Uppercase Atau Sebaliknya
Ketika kita ingin mengetik huruf kecil (Lowercase ) di layar kerja Office Word maka kita harus mematikan tombol Caps Lock pada keyboard. Karena jika tombol Caps Lock aktif maka otomatis huruf yang dihasilkan akan menjadi kapital (Uppercase). Lalu bagaimana jika proses pengetikan sudah selesai dan kita ingin mengubah ketikan yang semula huruf kecil menjadi kapital atau sebaliknya? Apakah kita meski menghapus semua ketikan tersebut dan menggantinya dengan huruf yang kita inginkan? Coba Anda bayangkan jika ketikan berjumlah 10 halaman atau lebih!

Menurut saya itu adalah trik yang salah kaprah. Karena hal tersebut hanya akan menghabiskan waktu Anda secara percuma. Ada trik cepatnya jika kita ingin mengubah huruf di Office dari Lowercase ke Uppercase atau sebaliknya, yaitu menggunakan keyboard shortcut. Kita hanya membutuhkan dua kombinasi tombol keyboard saja, yaitu tombol Shift dan F3 ditekan secara bersamaan (Shift+F3). Caranya silakan Anda block huruf atau kalimat yang diubah, kemudian tekan shortcut Shift+F3. Ketika pertama huruf kecil semua maka setelah diberi efek Shift+F3 maka huruf awalnya akan menjadi kapital, dan jika ditekan lagi Shift+F3 maka tulisan menjadi kapital semua.

2. Memindahkan Kursor Lebih Cepat
Apa itu kursor di Office Word? Kursor adalah sebutan untuk penunjuk di Office Word yang berupa garis tegak yang berkedip-kedip. Lebih jelasnya lagi bentuk kursor ini menyerupai huruf I. Kursor ini hanya bisa kita gerakkan serta dipindahkan pada area yang sebelumnya sudah ada naskah ketikan saja.

Ketika kita ingin memindahkan kursor di layar Office Word biasanya kita menggunakan tombol panah pada keyboard. Atau trik lainnya kita bisa menggunakan mouse. Namun tahukan Anda untuk memindahkan kursor ini ada juga trik cepatnya, yaitu menggunakan shortcut Shift+F5. Ketika kita menekan Shift+F5 maka kursor mouse akan berpindah cepat ke spot terakhir yang awalnya kita edit. Hal ini sangat berguna ketika jumlah halaman di Office Word sudah banyak. Trik ini akan berfungsi juga walaupun file dokumen Office Word sudah Anda tutup.

3. Memindahkan Ketikan Lebih Cepat
Terkadang ketika kita mengetik di Office Word ingin memindahkan text satu kalimat atau lebih ke paragraf yang lain. Cara yang sudah umum dilakukan adalah dengan block tulisan kemudian copy lalu hapus dan paste di tempat yang dimaksud. Padahal ada lagi trik yang lebih cepat yaitu dengan menggunakan shortcut Ctrl+F3 untuk copy tulisan sekaligus menghapus dan Ctrl+Shift+F3 untuk paste tulisan.

Cara cepat lainnya adalah dengan menggunakan tombol F2. Block tulisan yang ingin dipindah, tekan F2 lalu pindahkan kursor ke lokasi tempat yang dituju dan Enter untuk proses paste.

4. Block Tulisan Lebih Cepat
Ketika kita ingin block satu paragraf biasanya kita akan melakukan klik tiga kali dengan cepat pada paragraf yang dimaksud. Atau ketika kita ingin mem-block semua tulisan di Office Word maka cara cepatnya bisa menggunakan shortcut Ctrl+A. Lalu bagaimana jika kita ingin block paragraf dalam bentuk kotak apakah bisa kita lakukan? Tentu saja bisa! Namun ketika Anda melakukan block pada paragraf harus sambil menekan tombol Alt kemudian klik dan seret menggunakan kursor mouse.

5. Menghilangkan Styling / Convert To Plain Text
Terkadang kita ingin menghilangkan styling atau efek-efek tertentu di layar kerja Office Word seperti efek bold, italic, underline, font syle, font size, dan sebagainya. Jika jumlah styling tersebut sedikit tentunya kita bisa menghilangkannya secara manual, misal menghilangkan efek bold (tulisan tebal) maka bisa mem-block tulisan lalu klik Bold atau Ctrl+B. Namun bagaimana jika styling tersebut jumlahnya banyak? Cara cepatnya Anda bisa menggunakan shortcut Ctrl+Spacebar atau bisa juga dengan menekan Ctrl+Shift+N. Jangan lupa sebelum menggunakan shortcut Anda harus mem-block dulu text yang akan diubah atau dihilangkan stylingnya.

Mengkonversi text ke mode plain text atau menghilangkan styling juga kita butuhkan ketika kita mengcopy paste tulisan dari halaman web. Karena biasanya tulisan yang kita hasilkan dari halaman web begitu di paste di layar kerja Office Word akan berantakan. 

6. Menempatkan Kursor Sesuka Hati
Diatas sudah saya bahas apa itu kursor pada layar kerja Office Word. Secara default kursor ini akan berada pada akhir tulisan/text. Ketika kita ingin membuat garis baru/paragraf maka harus menekan Enter pada keyboard. Tapi sebetulnya kursor tersebut bisa kita tempatkan dimana saja atau ditempat yang kita butuhkan. Hal ini seperti kita layaknya menulis di papan tulis. Caranya kita tinggal melakukan klik ganda / double klik pada area manapun. Misal kita ingin menempatkan kursor di tengah halaman, maka tinggal klik ganda saja menggunakan mouse di tengah halaman atau tempat yang akan kita jadikan tulisan baru.

7. Mengcopy Hanya Format Text
Pernahkan Anda terpikirkan bagaimana cara copy paste format text dan bukan textnya itu sendiri? Bingung ya? Contohnya kita mengetik kata “bingung” kemudian kata tersebut kita beri format atau efek bold, italic, underline, dan warna merah. Maka nantinya akan menjadi seperti ini “bingung“. Nah yang saya maksud format text tersebut adalah efek style bold, italic, underline, dan warna. Kemudian kita ingin melakukan copy paste hanya pada formatnya saja bukan pada text “bingung” tersebut. Misalnya format style bold, italic, underline, dan warna itu ingin diterapkan juga pada ketikan “pusing”.

Ternyata dengan menggunakan shortcut tertentu kita bisa melakukan copy paste hanya pada format textnya saja. Setelah di block tulisan yang akan diambil formatnya, tekan Ctrl+Shift+C untuk proses copy kemudian block juga ketikan yang akan diberi efek format lalu tekan Ctrl+Shift+V untuk proses paste.
  
8. Mengulang Perintah Terakhir
Biasanya ketika kita ingin mengulang perintah terakhir di Office Word yang dengan menggunakan fitur Undo atau keyboard shortcutnya adalah Ctrl+Z. Tahukah Anda bahwa untuk mengulang perintah terakhir tersebut bisa juga dengan menekan tombol F4 di keybaord. Coba Anda buat tulisan sembarang di layar kerja Office Word dan beri format bold misalnya, kemudian tekan tombol F4, lalu apa yang terjadi?

9. Membuat Automatic Page Break
Apa yang Anda lakukan ketika ingin membuat sebuah page break di layar kerja Office Word? Apakah dengan menekan Enter secara terus menerus hingga membentuk sebuah page break? Ya memang betul trik tersebut juga bisa membuat page break. Namun masalahnya jika membuat page break dengan cara tersebut ketika Anda mengedit halaman diatasnya maka secara otomatis halaman selanjutnya akan berubah. Ada cara lain dalam membuat automatic page break dan dijamin halaman selanjutnya tidak berubah, yaitu dengan menggunakan shortcut Ctrl+Enter.

10. Memperbesar/Memperkecil Text Secara Cepat
Hal yang sudah kita bisa lakukan ketika ingin mengubah ukuran huruf di layar kerja Office Word adalah ketika text sudah ter-block maka memilih Font Size yang posisinya berdampingan dengan Font Syle. Sebetulnya ada trik lebih cepat dalam mengubah ukuran huruf ini tanpa harus lompat ke Font Size. Caranya yaitu block text yang akan diubah ukurannya kemudian tekan Ctrl+Shift+> untuk memperbesar dan Ctrl+Shift+< untuk memperkecil.

Ok mungkin artikel 10 Trik Microsoft Office Word Wajib Tahu dicukupkan sekian saja. Apakah Anda mempunyai trik lain juga? Silakan bisa disampaikan di kotak komentar! Semoga artikel ini ada manfaatnya dan sampai bertemu lagi di artikel keren dan menarik lainnya. Salam sukses!

Search

Bookmark Us

Delicious Digg Facebook Favorites More Stumbleupon Twitter